Pages - Menu

Monday, September 21, 2015

Kajian Al Imron 142-148

Bismillahirrohmanirohim...

Sahabat freedom and justice, mari kita bersama mengkaji surat Al-Imron Ayat 142 s/d 148

142. " Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga , padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

dalam ayat ini Alloh seperti menyindir kita bahwa masih banyak diantara kita yang belum nyata kesungguhan (jihad) dan orang-orang yang sabar.

tentu dalam kehidupan ini, semua tidak keluar dari dua hal pertama, hal yang sesuai dengan keinginina kita dan ada yang tidak sesuai keinginan kita, atau kita dapat katakan ada hal baik ada hal buruk. Kadang kita sangat menginginkan sesuatu, dan berusaha keras memperolehnya namun pada akhirnya kegagalan yang kita dapatkan, dan kadang pula ada hal yang tidak kita inginkan justru malah menghampiri kita. Berdasarkan ayat ini, Alloh ingin mengatakan, kesungguhan kita dan kesabaran kita belum maksimal. Alloh ingin kita belajar tentang sebuah kesungguhan dan kesabaran, yang dalam hal ini menjadi syarat seorang mukmin untuk dapat masuk surga.

satu hal prinspip bagi muslim adalah, " kadang kita menganggap sesuatu itu baik, namun buruk menurut Alloh dan sebaliknya kadang kita menggagap sesuatu itu buruk, padahal itu baik menurut Alloh.  Jadi kita tidak boleh cepat-cepat beranggapan bahwa hal buruk yang kita peroleh selalu berdampak negatif pada diri kita, Alloh ingin kita lebih bersungguh-sungguh dan lebih sabar.


143. dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu mengadapinya, maka saat ini kamu sungguh telah menyaksikannya

144. Dan Muhammad hanyalah seorang Rosul, sebelumnya telah berlalu beberapa Rosul, Apakah jika Dia Wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Alloh sedikitpun. Alloh akan memberi balasan bagi orang yang bersyukur.

dalam dua ayat selanjutnya, Alloh memperjelas mengenai kesungguhan hati kaum muslimin, mereka yang waktu itu kalah dalam perang uhud, dan diperburuk dengan kabar meninggalnya Rosul oleh Ibnu Qumalah (Kafir Quraisy). Alloh menegaskan bahwa sebelum muhammad telah berlalu beberapa rosul, dan mereka dibunuh, ditimpa banyak kemalangan bersama kaum mukminin, sehingga mereka berkata "kapan pertolongan Alloh akan datang?, Kemudian Alloh menyindir kita, apakah setelah muhammad wafat kalian akan kembali kafir?, bukankah kalian menginginkan sahid?, namun ketika kematian berada didepan mata, mereka menjadi takut dan ragu akan Muhammad.

Mereka bertanya-tanya, apakah muhammad benar-benar dibantu Alloh, benarkah dia seorang rasul?, dan Alloh menjawabnya, Muhammad hanyalah seorang  Rosul, pemberi peringatan. dan Kekalahan ini adalah karena kesalah kalian sendiri, yang sangat menginginkan harta rampasan perang.

Kemudian Alloh menghibur hati orang-orang yang beriman, " Alloh akan memberi balasan orang-orang yang bersyukur"

145." Dan Setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali atas izin Alloh, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya, Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki  pahala akhirat, Kami berikan pula pahala akhirat itu, dam kami akan berikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur"

dalam ayat ini Alloh kembali mengulang firmannya bahwa Dia Alloh akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Ayat ini diawali dengan pengabulan kehendak hamba yang menginginkan pahala di dunia dan pahala di akhirat, namun sepertinya Alloh mengisyaratkan bahwa sebanyak atau sekecil apapun pahala  dunia dan akhirat yang diberikan hendaklah mukmin senantiasa bersyukur, karena itu lebih disukai oleh Alloh.

146. Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah pengikutnya yang bertaqwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Alloh, mereka tidak patah semangat dan tidak pulah menyerah kepada musuh, dan Alloh mencintai orang-orang yang sabar.

147. dan Tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, " Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir

dan di dua ayat diatas (146-147) , alloh memberikan contoh sikap yang diambil oleh para Nabi dan orang bertaqwa ketika mereka ditimpa ujian yang sedemikian besar, mereka bersabar dan memohon ampun atas dosa-dosa mereka yang berlebihan dalam segala urusan.

148. " Maka Alloh memberikan mereka pahal di dunia dan pahala yang baik di Akhirat. dan Alloh mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

 dan di ayat 148 ini alloh memuji bagaiaman sikap orang-orang yang bertaqwa, yang mereka senantiasa bersabar, yang mereka senantiasa bersyukur dalam berbagai kondisi, dan Alloh memberikan mereka pahala yang baik di dunia dan diakhirat.

Demikian dapat kita simpulkan bahwa, sikap yang terpuji  (sabar dan syukur) harus dimiliki oleh seorang mukmin disegala kondisi.

Walloh walam bissawab...

Popular Posts