Pages - Menu

Thursday, January 8, 2015

Sakhkhara Prabu

24 Nopember 2014, di RS. Aisyiah, Bojonegoro, anak kedua kami lahir, namanya Sakhkhara Prabu, lebih lengkapnya M. Sakhkhara Prabu Antares Widodo. Sebuah nama yang cukup panjang, dan tidak sedikit mendapat komentar dari berbagai pihak, "namanya kok panjang sekali mas", ..., hmm karena nama adalah do'a maka kami berikan doa terbaik kami, padahal juga ada persaan "kalo namnya panjang keren kali ya, wkwkwkw",
Picture 1, Atha and Akhkha


Ketika membaca buku Quraish Shihab yang berjudul Membumikan Alqura'an, dalam chapter Iptek, saya mendapati tulisan bahwa, Alqur'an menyebut seorang yang mampu mendayagunakan dengan mudah segala sesuatu di Alam raya ini dengan mudah dalam bentuk kemampuan teknik, dengan istilah "Sakhkhara", seorang ahli teknologi. Kemudian, saya berniat memberikan nama ini kepada anak saya yang kedua ini, yang menurut keterangan dokter, bayi ini berjenis kelamin laki-laki.

Anak pertama kami memakai nama jawa, "Pradnya" nama kecil dari seorang dari kerajaan singosari, yakni Ken Dedes, yang memiliki arti "putri fajar", karena memang dia (anak pertama kami) lahir di sepertiga malam. Lalu ingin juga nama jawa melekat pada anak kedua kami, karena kemungkinan besar laki-laki, kami memilih nama "Prabu", julukan raja-raja pulau Jawa.

Antares adalah nama bintang terbesar di galaxi bimasakti, warnanya merah dan menurut data dari wikipedia memiliki ukuran berlipat-lipat dari matahari. Lahir dengan berat 4.9 kg, anak ini tergolong besar, terbesar di Rumah sakit dihari itu, sehingga antares adalah sebuah nama yang pas untuknya. Ditambah, kalo nangis anak ini mukanya merah sekali seperti bintang antares yang berwarna merah.

Sehingga lengkaplah sudah nama anak kedua kami, Muhammad Sakhkhara Prabu Antares Widodo, Seorang yang terpuji seperti nabi yang memiliki kemampuan teknik yang tinggi terbesar di galaxi dan pemimimpin yang  memiliki kebijaksaanaan.Begitulah kira-kira maksud kami dengan nama itu.

Anak ini mengalami kuning, sama persis dengan kakaknya, Atha,, harus menginap di RS lagi 1 hari setelah keupulangannya, hmm...memang kalo kurang asi ya bisa berakhibat kuning, namun sebenarnya kita tidak perlu panik, karena dapat diatasi dengan menjemurnya di pagi hari, tapiiiii..kalo pas musim hujan terpaksa harus disinar kayak dedek Akhkha...

Dengan kakak yang masih balita, "Akhkha" begitu kami memanggilnya, tentu bukan hal yang mudah, namun ajaibnya anak ini lebih pengalah dari pada sang kakak,, dan terkesan dewasa, tapiiii..kalau sedang marah,,woi heboh sekali,,,

Akha suka kentut, dan keberett...pasti kalo habis kentut,,,jadi harus sering gonta ganti Uped dan Popok...., Seminggu bisa habis 1 dus Uped, luar biasa memang,,,tapi gemuk lucu sekali,,,jadi gemes melihatnya...

Satu hal yang tidak kusuka adalah, wajah Akhkha lebih mirip ibunya dari pada ayahnya....

Well, wolcome my son..
jadilah anak yang sholeh, pintar, sayang keluarga, teman, dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan agamamu sayang...
Jadilah anak yang tangguh, temukanlah mesin waktu,,yang selama ini masih menjadi misteri.., karena tujuan itulah ayah menamaimu sakhkhara, sanga ahli teknologi....
doa Ayah selalu untukmu...


Wassalamualaykum...



Popular Posts