Pages - Menu

Thursday, November 6, 2014

KOMITMEN DAN CINTA



Picture 1, Commitment

Pada suatu titik, mungkin anda pernah bertanya pada diri anda sendiri, tentang Komitmen dan Cinta, lebih penting manakah Komitmen dan Cinta, Adilkah Jika Cinta anda tidak miliki Komitmen, dan Sebaliknya Komitmen anda tidak dilandasi Cinta. Apakah tuhan ridho terhadap kepincangan antara keduanya?, tentu pertanyaan-pertanyaan diatas tidak mudah untuk dijawab, lebib-lebih dilakukan secara baik.

Komitmen adalah suatu patokan atau target yang diwajibkan bagi pemilik komitmen ini untuk dia laksanakan walau apapun yang terjadi. Komitmen anda sebagai seoran suami, tentu menjaga keluarga, mencari nafkah untuk mereka. Contoh lain, komitmen anda sebagai seorang karyawan adalah bekerja dengan baik, berusaha semaksimal mungkin menunaikan segala kewajiban yang menjadi tanggung jawab anda. Lain lagi dengan komitmen seorang sebagai muslim, tentu dia menunaikan rukun iman dan rukun islam, shariah atau muamalah secara lengkap dan tertib. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai makhluk social tentu komitmen anda adalah berpartisipasi dalam masyarkat, saling menghormati dan saling membantu. Sekiranya itulah sedikit gambaran umum mengenai sebuah komitmen.
Cinta adalah sesuatu yang suci yang ditumbuhkan di dalam hati manusia terhadap sesuatu, sehingga anda merasa nyaman dan suka melakukan segala sesuatu mengenai hal yang anda cintai tersebut. Cinta anda terhadap keluarga membuat anda rela berkorban demi keluarga anda. Cinta anda pada pekerjaan membuat anda nyaman dalam bekerja, dan mampu melakukan hal-hal tidak terduga. Sebagai muslim mungkin cinta anda akan mengantar anda pada sikap sikap yang sesuai yang dicontohkan oleh Alloh dan Rosulnya, dan anda nyaman meninggalkan pekerjaan anda demi urusan agama yang anda cintai. Kemudian Cinta anda dalam masayarakat membuat anda aktif untuk membangun lingkungan masyarakat yang lebih baik.
Lantas bagaiama dengan cinta yang tidak dilandasi komitmen atau sebaliknya komitmen yang tidak dilandasi cinta?, Jika anda mencintai seseorang, anda akan menikahinya, dan pada suatu titik dimana ada masalah yang muncul, mungkin anda berdua akan berpisah, atau kemungkinan lain adalah anda akan hidup bersama namun tidak menikah, anda memiliki anak buah cinta anda berdua, namun karena anda tidak berkomitmen untuk membangun keluarga yang sebenarnya anda lebih suka untuk hidup bebas sesuai dengan kesibukan masing-masing, itu semua karena cinta anda tidak memiliki komitmen. Lain cerita ketika komitmen anda tidak dilandasi oleh cinta, mungkin anda tahu tugas dan kewajiban sebagai seorang suami atau istri, anda bekerja mencari nafkah, anda memasak didapur, memiliki anak, namun itu sebatas kewajiban, dan mungkin anda tidak nyaman dengan pasangan anda lalu masalah muncul dan komitment anda membuat anda tidak berpisah.
Cinta anda pada pekerjaan membuat anda nyaman dalam bekerja, dan mampu melakukan hal-hal tidak terduga, namun disela-sela itu, mungkin anda tidak menunaikan 1 atau 2 pekerjaan, karena memang tidak anda komitmen untuk menuntaskan semua pekerjaan. Namun ketika anda hanya berkomitmen pada pekerjaan anda, maka anda akan menyelesaikan setiap pekerjaan tersebut, namun mungkin hasil yang dicapai tidak maksimal, karena memang anda tidak mencitai pekerjaan tersebut, dan tidak melakukan pekerjaan itu sepenuh hati.
Ddalam kehidupan religi, tentu ini menjadi persoalan serius, Cinta anda akan membuat hati anda tertuju pada Alloh, ketika anda sedang sholat atau melakukan amal, namun bisa jadi sholat anda bolong-bolong karena tidak ada usaha anda yang lebih untuk memnukaina segala kewajiban sebagai seorang muslim. Tidak ada komitmen untuk belajar sebuah rukun, bacaan, dan hal lain mengenai keislaman. Namun akan terasa aneh jika gerakan-gerakan sholat anda hanya sebuah gerakan saja, tapi hati anda tidak hadir dalam sholat, pikiran anda tidak menghadap tuhan, namun pada hal yang lain, ini dikarenakan komitmen anda lebih utama dari pada cinta anda kepada Islam. Ketika komitmen tidak didasari oleh cinta, maka bisa jadi zakat anda keluarkan, namun tidak ada rasa suka saat member, tidak ada ucapan syukur yang terucap bahwa rizki itu adalah dari Alloh yang maha kaya, tetapi bisa jadi anda tidak merasakan apapun atau bahkan anda tidak senang, dan hanya berkomitmen untuk membantu sesame dengan kemumpuan anda sendiri.
Didalam Al-Quran, Alloh mengisyaratkan bahwa kita harus menunaian zakat/jihad baik itu dengan suka hati maupun dengan berat hati. Hal ini adalah tanda bahwa komitmen memang lebih dianjurkan, karena cinta akan tumbuh ketika komitmen anda berdasar. Jadi tidak masalah ketika anda bekerja, anda dalam keluarga maupun masyarakat merasa berat melakukan sesuatu yang benar, namun anda tetap berkomitmen untuk melakukannya. Karena dengan kita berkomitmen, maka alloh akan menambah nikmat cinta dalam hati kita, semoga kita menjadi orang-orang yang diberikan kesabaran untuk menantinya.

Wallohwa’lam bissawab.

Popular Posts