Pages - Menu

Tuesday, November 11, 2014

Berkah dan Problematika Anak Ke Dua

Picture 1, Test Pack

Anak kedua, sering kali tidak terprediksi. Mungkin karena, tidak lekas KB dan konon sebagian pasangan percaya bahwa menyusui adalah KB alami, sehingga aman-aman saja ketika anda tidak memakai alat kontrasepsi. Alhasil tidak sedikit yang bobol, alias hamil lagi, padahal anak pertama belum genap 2 tahun. 2 tahun ini adalah anjuran di dalam Alquran yakni masa menyusui bagi seorang anak adalah 2 tahun, setelah itu dapat disapih. Ketika kurang dari 2 tahun itu, sang ibu hamil lagi tentu ada banyak kendala yang dihadapi, termasuk terpecahnya perhatian kepada anak-anak kita. Namun kita tetap optimis ada hal positif dan negatif dari keadaan ini.

Sobat sekalian tentu ingin tahu, Apa saja segi positif dan negative ketika anda memiliki anak dengan jarak yang dekat?
Biar happy ending, maka saya akan membahas nya mulai dari yang negatif dulu aja, ?,
Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa hal negatif yang muncul ketika anda memiliki anak lagi dengan jarak yang cukup dekat atau boleh dikatakan tidak terprediksi, pertama adalah anak pertama anda tidak akan mendapatkan ASI ekslusif 2 tahun, karena pada saat masa hamil mencapai 7 bulan, maka susu sang ibu menjadi tidak keluar, dan terpaksa anak harus disapih segera, kalaupun dipaksakan sang anak akan kekurangan nutrisi yang dikandung susu karena kebutuhan susunya tidak sebanyak biasanya. Tentu anak tersebut akan sangat rewel, karena dia harus mencoba susu lain yang belum dia kenal sebelumnya, atau makanan lain yang dapat menggantikan peran susu ibu, namun ini tidak semudah yang kita bayangkan, beruntunglah ibu yang anaknya memiliki selera makan yang bagus, karena banyak kasus mengindikasikan bahwa anak kecil cenderung susah makan. Masalah yang ditimbulakan ketika mengkonsumsi susu atau makanan lain tentu banyak, namun ada anak yang kebal tidak mengalami masalah dengan makanan atau susu. 
Picture 2, Balita yang memangku Adiknya
Kedua, Istri anda harus berjuang ekstra keras, apalagi kalau dikeluarga kecil anda tidak memiliki pembantu, wuih bisa sangat memberatkan itu sobat. Bisa anda bayangkan, perut istri semakin besar, dan anak pertama anda sedang semakin aktif, lari kesana kesini, dan rewel luar biasa 24 jam, tentu butuh kesabaran dan juga stamina super. Kalo bagi suami seh mungkin tidak terlalu terasa, karena kesibukan bekerja jadi tedak terlalu terlibat mengurus anak. Namun jangan senang dulu karena suami juga bakal berat ketika finansial memburuk.
Ketiga, tentu dengan kehamilan ini, dan semakin banyaknya kebutuhan anak, kebutuhan financial menjadi meningkat, dan sebagai suami anda sudah tentu harus mencarikan nafkah yang lebih banyak. Anda paling tidak harus memikirkan biaya untuk persalinan, dan biaya untuk aqiqah, selebihnya mungkin kita dibantu oleh orang tua. Namun pada kenyataanya, hamper semua dibantu oleh orang tua, sebagai kepala keluarga kecil tentu itu tidak terlalu menyenangkan. Konsep berdikari, yang anda dan istri anda dambakan sewaktu menikah akan buyar. Solusinya adalah, minta bantuan kepada orang tua namun dianggap sebagai hutang, nanti dicicil, atau yang kedua hutang ke Bank. Positifnya ya kalo pinjam dari orang tua, bayarnya bisa kapan saja, negatifnya kebanyakan mereka tidak mau dikembalikan. Kalo pinjam ke Bank negatifnya, bunganya agak banyak, positifnya tidak perlu merepotkan orang tua.

Masalah keuangan, mungkin dapat diperingan dengan mendaftarkan diri di BPJS kesehatan sebagai asuransi keluarga anda. BPJS ini adalah program dari pemerintah, disana anda dapat memilih kelas yang anda kehendaki, ada kelas I, II, III, dst. Untuk yang paling bagus,  anda cukup iuran Rp. 59.000,-/ Bulan dan seandainya anda hendak memilih kelas lebih tinggi, anda cukup membayar selisih harga saja. Kalau sobat pakai kelas yang sesuai dengan pilihan, maka pastinya tidak bayar alias gratis, paling jelek ya nambah beberapa ratus ribu.
Untuk mendaftar, cukup dengan datang dan membawa fotokopi KK, KTP seluruh anggota keluarga. Nah ntar tinggal ingin sistem yang bayar manual atau yang autodebet. Kalau sistem autodebet, dapat diurus di kantor Bank tabungan anda. Proses pembuatannya sangat cepat dan singkat, plus minus 15 menit saja.
Saya pribadi sangat merekomendasikan untuk memilikinya, tidak hanya untuk melahirkan saja, tetapi juga untuk periksa penyakit yang lain BPJS ini dapat diandalkan.
Sebenarnya banyak sekali hal negatif yang diakibatkan memiliki anak kedua tanpa planning, tapi ketiga hal diatas mungkin dapat mewakili kesulitan saat hal itu datang.
Adapun hal positive yang ditimbulkan ketiga anda memiliki anak yang relatif cepat:
Pertama, tentu anda akan memiliki kesempatan yang lebih banyak dengan anak-anak anda, karena dengan jarak yang dekat, anda berarti dalam umur yang sama anak anda telah banyak atau dengan kata lain anda masih muda untuk jumlah anak yang segitu. Dan Kemungkinan menambah anak lagi lebih besar diandingkan yang terjadwal.
Kedua, Mengurus anak-anak dengan usia muda akan lebih muda akan lebih mudah dibanding saat usia anda senja, dan mendidik mereka akan jadi satu paket. Tentu akan sangat rame dirumah karena banyak anak kecil kawan.
Ketiga, kehidupan dalam keluarga lebih bervariasi dan harmonis dengan hadirnya anak kedua, apalagi kalau anak pertama dan kedua adalah laki-laki dan perempuan, keluarga pun terasa lengkap.
Dalam sub cerita ini saya ceritakan sisi perhatian dalam menanti anak kedua.
Saat kita sangat berkonsentrasi terhadap anak pertama, mungkin sesekali kita akan membandingkan dengan kehamilan pertama, mungkin anak pertama mendapat USG atau pemeriksaan rutin saat dikandungan, sedangkan anak kedua ini lebih sedikit. Ayah mungkin dulu begitu antusias dengan anak pertama, sehingga setelah pulang kerja sering sekali menyapa, mencarikan lagi klasik, dan membacakan ayat-ayat Al-Quran untuka nak pertama, dan sekarang mungkin akan berbeda untuk anak kedua. Saya pribadi tidak tahu apakah perhatian yang kurang ini membuat anak kedua sediah, atau merasa kurang dekat secara psykologis tapi, saya berdoa untuk diri saya sendiri maupun untuk pasangan-pasangan yang sendang mengalaminya, semuga bayi anda dan kami mengerti dan tidak sedih. Semoga mereka sehat selalu dan diberikan hal yang lebih baik, yang kami mampu berikan saat ini. Semoga anak-anak kita mengerti bahwa, kita semua menyayangi mereka, meskipun kita tidak sering menyapanya.
Picture 3, Ayah, Kakak dan Adik
Ayah ayah sekalian, ayo tetap bersemangat, sepalah anak kedua anda, sesering mungkin walaupun anda mungkin tidak seantusias dulu. Tentu saya sangat yakin, anda menyayangi anak-anak anda sama seperti dulu. Yakinlah bahwa tiap anak memiliki rezeki masing-masing, jadi jangalah kamu khawatir terhadapnya. Namun perlu dingat juga bahwa, Alquran berpesan bahwa janganlah kalian meninggalkan generasi yang lemah, lemah secara akal, harta dan pengetahuan, lebih-lebih pengetahuan Agama. Tentu itu menjadi catatan penting bahwa merencanakan kelaurga adalah sangat penting.

Terakhir para ayah tentu berdoa kepada Tuhan :
Wahai anakku...yang kedua...
Lahirlah dengan selamat, jadilah anak yang sehat cerdas dan sholeh. Jadilah anak yang berguna bagi bangsa negera dan agama.
Amin.

Popular Posts