Pages - Menu

Thursday, October 2, 2014

Emotional Question (EQ)

Picture 1, Intelegence, Emotions and Social Skill Block Diagram


EQ atau kecerdasan Emosi adalah suatu bentuk kecerdasan, diamana seseorang tersebut mampu mengendalikan emosinya ketika dalam posisi yang sulit dan tertekan. Seorang yang memiliki EQ tinggi, mampu untuk tetap tenang ketika masalah datang, dan menyelesaikan persoalan dengan menelaah satu persatu secara descriptive. Bisa jadi seorang yang ber-IQ tinggi memiliki EQ yang rendah dan sebalinya, ada juga seseorang memiliki IQ sedang tetapi EQ tinggi. Sungguh beruntung ketika Alloh memberkahinya kedua NIkmat ini secara bagus kepada sesorang .
Study membuktikan bahwa seseorang dengan EQ tinggi memiliki peluang lebih sukses dibandingkan dengan sesorang yang ber IQ tinggi, dengan kata lain penentu kesuksesan seseorang lebih ditentukan oleh EQ dari pada IQ.
Bagaimana menyadari EQ itu?, bagi anda yang tidak terlalu peduli dengan kepribadian dan sibuk menjadikan orang lain atau artis sebagai idola mungkin kurang menyadari, namun jangan khawatir EQ ini dapat dikenali. Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah, mengenali EQ ini, Yakni semisal anda sedang berbicara didepan orang banyak, rasakan apa yang terjadi pada diri anda, apakah detak jantung anda bertambah cepat alias nervest ataukah anda penuh percaya diri?, ini sedikit banyak dapat dijadikan acuan tingkat EQ anda. Namun perlu diingat bahwa ketika anda merasa nerverst bukan otomatis EQ anda jelek atau sebaliknya ketika percaya diri bukan berarti anda memiliki EQ tinggi, meskipun kadang kala benar. Tetapi satu hal yang perlu anda garis bawahi adalah bagaimana respon diri anda ketika anda meresa nerverst ketika berbicara didepan umun, apakah anda tidak dapat mengendalikan diri dan langsung berbicara, ataukah anda menyadari bahwa anda harus tenang dan mengambil nafas terlebih dahulu. Ketika anda memaksakan diri untuk berbicara, maka otomatis suara anda akan terbata-bata, dan akhirnya di otak anda blank, alias gak tahu mau ngomong apa, nah orang orang ber EQ tinggi, memiliki cara sendiri mengatasi problem ini, adakalanya dia mengambil nafas, dan membaca situasi, memulai pembicaraan dengan pelan setahap demi setahap dan tidak terburu-buru, sehingga pendengarpun tidak menyadari bahwa orang tersebut dalam posisi nerverst.
Begitu pula saat kondisi percaya diri, ketika itu terhadi pada anda, apakah anda memutuskan untuk berbicara panjang dan lebar, dan inkonsisten, atau bahkan out of contect (keluar dari pembahasan), ini sering kali terjadi, dan membuat pendengar tidak menyukai over confidence anda, meskipun itu tidak seburuk prilaku nerverst. Seorang yang ber EQ tinggi, memiliki wawasan cukup luas, dia berbicara seperlunya dan poin per poin sehingga dia cenderung kepada konteks yang dibicarakan atau esensi yang dibawakan dari pada cari muka atau sekedar menunjukkan kapada kalayak bahwa saya ini adalah seorang yang hebat, seorang ber EQ tinggi, melakukan segala sesuatu dari hati.
Banyak hal dilingkungan kehidupan kita yang memerlikan kecerdasan ini, saat anda wawancara, saat and menjadi iman sholat magrib, ketika anda mendapat masalah di pekerjaan, mendapat marah dari atasan, tidak suka dengan keputusan rapat, tidak suka dengan atasan, semua membuatuhkan kecerdasan emosional yang mendalam, cara termudah untuk aman adalah diam, karena ketika diam, maka penilaian terhadap kita tidak akan muncul, atau paling tidak tidak ada yang salah pada diri kita.
Namun apakah eQ dapat ditingkatkan ? ya tentu bisa, karena ini adalah sebuah hal yang dapat dipelajari dan dikembangkan, jangan khawatir, ketika anda terbiasa dengan sesuatu, sabar dengan sesuatu, mungkin saja kecerdasan ini dapat meningkat dalam diri anda. Tentu ada harus selalu upgrade pengetahuan, tentu anda harus banyak mendengarkan dari pada berucap, dan anda tidak boleh takut salah, jangan melakukan sesuatu karean orang lain atau mengharapkan sesuatu lebih lebih dari orang lain, harapkanlah kebikan dan ridho Alloh dari setiap yang anda kerjakan, maka anda mungkin sedikit akan lebih baik . Jangan cepat cepat mengabil kesimpulan, sebelum semua bukti terkumpul dan cukup, dan malas, dan anda jangan segan mengabil resiko terhadap segala sesuatu, karena setiap oran g tidak terlahir sempurna, dia harus terus belajar, hingga meninggalkan dunia ini, sudah tentu tidak ada yang tidak pernah salah bukan?, so jangan takut. Berdoalah kepada Alloh, mintalah segala petunjuk atas masalah-masalahmu, menghargai orang lain, dan menghargai diri sendiri tentu saja.
Wah banyak sekali cara untuk meningkatkan yang namanya EQ, pengalaman akan membantu anda lebih baik, jangan takut untuk mengulangi sesuatu, meskipun itu berat demi kebaikan, maka lakukanlah demi Nam Tuhanmu.

Popular Posts