Pages - Menu

Thursday, October 2, 2014

Automatic Voltage Regulator (AVR)

Sesuai dengan namanya, bahwa AVR ini mengatur tegangan (menaikkan atau menurunkan) /level tegangan sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa tipe AVR yakni,
  1. Generator Voltage Regulator
  2. Load tap changer
  3. Feeder Voltage Regulator
  4. Shunt and Series Capacitor
Kali ini akan dibahas secara general bagimana AVR itu bekerja, untuk itu perhatikan gambar berikut ini:


Gambar 1. Prinsip Kerja Auto Voltage Regulator (AVR)
Pada gambar diatas, dititik A ini adalah titik referensi untuk mendeteksi keadaan level tegangan yang ada dititik B, Ketika dititik A tinggi, ada kemungkinan terjadi drop voltage pada system, dan ketika dititik A turun maka diperikaran di system terjadi over voltage. Kaeadaan yang semacam ini tentu menjadi masalah ketika tidak dikendalikan secara tersturktur.
Lalu pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana Voltage regulation (VRR) ini mengetahu tegamgan pada poin regulation (VB/Tegangan dititik B) ?, yakni dengan menggunakan trafi arus, arus jaringan IL dideteksi. Kemudian dengan menyamakan nilai dari Rs dengan RL dan Xs dengan XL, dengan demikian nilai dari tegangan yang terdeteksi Er akan sama dengan Vb

Contoh Soal,
Sebuah Voltage regulator 3 Phase VR, dipasang di gardu, step regulator 13.8 kV,375 kVA, 157 Amper dengan kisaran regulasi 10% . Rasio dari trafo arus adalah: 200/5, Trafo tegangan adalah 7960/120. Jika diinginkan untuk mengatur tegangan Vb pada jarak 500 m dari lokasi Voltage Regulator, Berapakah nilai dari Rs dan Xs, Jika nilai tahanan dan Reaktansi dari jaringan adalah 0.481 ohm/m dan 0.7178 ohm/m?
Jawab:
Step regulator = 13.8 kV, 375 kVA, 157 amper
Regulasi = 10%
Rasio CT =200/5
Rasio PT=7690/120
Diinginkan untuk mengatur tegangan pada jarak 500 m, Rjaringan=0.481 ohm/m, X jaringan=0.7178 ohm/m
Ditanya: berapa niali Xs dan Rs, ?
  1. Impedansi jaringan 500 m, maka
RL= 0.481 x 500 = 240.5 ohm
XL= 0.7178 x 500 = 358.9 ohm
  1. Menghitung nilai Rs, Xs dengan perbandingan
Rs (p.u) = RL (p.u)
Rs/ Rs-base= RL/RL-base
Rs=Rs-Base x( RL/ RL-base)
= (Rs-base/ RL-base) x RL
= ( Vs-base/Is-base) / (VL-base/IL-base) } x RL
= (Vs-base/ VL-base )x (IL-base / Is-base) xRL
= (120/7960) x (200/5) x 240.5
= 145 ohm

Xs (p.u)= XL (p.u)
Xs/ Xs-base = XL / XL-base
Xs= Xs-base x (XL/XL-base)
= (Xs-base / XL-base) x XL
= {( Vs-base/ Is-base ) / (VL-base/ IL-base) } x XL
= ( Vs-base/ VL-base ) (IL-Base/ Is-base) x XL
= (120/7960) x ( 200/5) x 358,9
=216.42 ohm

Representasi sinyal tegangan




dari gambar b. dapat dilihat bahwa drop tegangan semakin lama semakin turun, bila dibandingkan dengan gambar a. sedangkan pada gambar a. drop tegangan dapat diatur nilai jatuh tegagnannya sehingga kebutuhan beban dapat tersuplay dengan baik.

Apa beda AVR dengan Trafro biasa?, secara garis besar sama-sama untuk mengatur tergangan disisi sekunder, namun pada AVR titik atau jarak mana yang adakn diatur dapat ditentukan sendiri.

Popular Posts