Pages - Menu

Wednesday, September 17, 2014

KEMAMPUAN "ATHA" YANG SELEKTIF

Sobat Freedom, posting kali ini adalah seputar kuluarga kecil saya, di Tuban (Tepatnya, Soko)

Bebrapa waktu lalu, saya sempat terkejut dengan kemampuan analisis anak saya yang baru berumur 19 bulan (belum genap 2 tahun), ketika saya sedang mengajaknya bermain dipagar.
Subhannlloh, Anak balita ini ternyata memiliki lucu dan cerdas,,haha bikin gemes, yang mungkin saya sebagai orang dewasa belajar darinya. Cerita bermula ketika saya mengajaknya main di pagar sore hari, sekedar ilistrasi, pagar kami berada disisi barat rumah (menghadap timur) terbuat dari tembok dengan tinggi 1.5-2 meter. Karena sore hari matahari berada disisi barat, sehingga bagian dalam pagar menjadi teduh, karena cahaya matahari terhalang oleh tembok pagar. Saya jalan duluan, sambil memangagil "atha", "atha ayuk main", ku panggil dia. Sampai ditembok pagar saya langsung duduk dibalik tembok (ada tempat lintasan roling dor pagar).nyessss ternyata masih panas, anget anget gimana,...(hahaha, saya notabennya baru sembuh dari ambeyen ya rada kerasa).
Gambar1, Atha mengajari ayah memilih tempat duduk

Tapi anak kecil yang berjalan dibelakang saya(mengejar saya) tidak langsung duduk dibalik tembol itu, ku perhatikan dia, saya kira dia mau naik "ris/tembok" tersebut, eh ternyata dia memegang ris itu, kemudian bergeser, bergeser sambil memegangi,,,dan dia berhenti di ujung lintasan. dan duduk disana,,,

Sebagai ayah, saya ketawa melihat tingkahnya, sekaligus penasaran kenapa dia duduk di ujung, ku dekati anak ini, dan aku duduk disampingnya eh ternyata dingin, enak untuk dipakai duduk, alih-alih ternyata bagian lintasan ini dingin karena terhalang pohon mangga disamping pagar, jadi pada waktu siang hari dia tetap kondisi dingin. (weee hebat anak ayah "dalam hati")

Sobat,  Ternyata seabgai orang tua, kadang kita perlu belajar dari anak.

Kemampuan atha yang ini memang untuk beberapa hal agak tidak mengenakkan, semisal dia tidak suka dengan nasi, sudah disabotasi oleh buda dengan kerupuk (dibungkus kerupuk), dibungkus yang dia suka, ya masih saja ketahuan, even just one seed. huff, Saking pinginnya doyan makanan pokok rakyat indonesia ini, saya bergerilaya menyuntikkan tajin ke susu atha, alhasil tidak bertahan lama, hanya beberapa hari saja sudah ketahuan, dan dia sekarang kalo dikasih susu kotak gtu (diperiksa dulu apakah sudah bocor /alias dicubles pake sedotan atau belum), hemmm dan nangis lah dia, kalo gak dia sendiri yang masukin selang (sedotan).

haha sekian, cerita tentang "atha" dan sifat selektifnya,

(*bantu istri posting tentang atha).



Popular Posts