Pages - Menu

Monday, September 1, 2014

Begitu Sulit Meraih Nikmat Iman




Gambar, Ilustarasi iman



Iman serumpun dengan kata aman dan amanah, dalam tulisan yang lalu dikatakan bahwa seorang yang beriman harus dapat memberikan rasa aman kepada sekitar dari perbuatan, ucapan, fikiran kita, dan sudah tentu seorang yang beriman harus lah amanah, yakni menyegerakan dan menyampaikan apa yang diamankah kepadanya.

Iman secara makna, dapat diartikan pembenaran oleh hati atas apa yang didengar, dilihat dan dirasa meskipun tidak sedikit semua hal itu masih jauh dari kebenaran. Dalam hadist, diceritakan seorang datang kepada nabi (Jibril) dan bertanya, "ya Muhammad apa itu Iman, , kemudan Rasul menjawab iman ada 6, Iman kepada Alloh, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab yang durunkan, Iman kepada para rasul yang telah diutus, Iman Kepada Hari Kiamat, dan Iman Kepada Qoda' dan Qodar.

dari uraian diatas, sungguh makna Iman sangat luas. Ketika anda bica Iman kepada Alloh, maka secara otomatis segala sesuatu yang mengarah kepada menyekutukan sudah selayaknya hilang, Keimanan kita kepada alloh menjadikan-Nya di puncak rasa cinta, sehingga tidak ada yang lebih dicintai kecuali Alloh. Tidak berhenti sampai disitu, seseorang yang ber iman, meninggalkan segala yang dilarang dan menjalankan segala perintah dengan segenap kesungguhan dan kesanggupannya. Ketika anda mengingkari salah satu, atau bahkan menggampangkan setiap hal meskipun sunah, sudah tentu iman tersebut belum lah sempurna.

Disamping hal itu, karena seorang beriman, wajib mengimani malaikal-malaikat Alloh, dan Kitab-kitabnya. Disini berarti apa yang berada didalam Alqur'an sudah tentu adalah hal yang sudah wajar dilakukan oleh seorang muslim, contohnya mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa, berbuat baik kepada kerabat, anak yatim dan orang tua, dan segala sesuatu yang ada didalam Alquran, suka atau tidak, bagi yang beriman tentu semua adalah keharusan.
 
Dalam hadist lain disebutkan, tidak sempurna iman seseorang sebelum di mencintai saudaranya sesama muslim sebelum dia mencitainya seperti dia mencintai dirinya sendiri. hal ini tidak kalah berat, karena ketika rizki tidak sampai kepada kita, namun sampai pada saudara kita, kita cenderung kurang dapat menerimanya. Yang ada adalah kita sering disibukkan dengan kepentingan pribadi yang jauh dari nilai-nilai agama.

Dari semua itu, hati merupakan faktor utama, karena meskipun anda mengerjakan sholat, berzakat, berpuasa bahkan berbuat yang benar, namun itu tentu mencapai nikmat iman, meskipun kita setuju bahwa semua itu adalah cara-cara yang dapat digunakan untuk menggapai iman. Kendati sesorang yang banyak pengetahuan agamanya pun belum tentu dia adalah seorang yang memiliki iman yang mantap.

Gambar 2, back to Alloh
Seorang Abdulmuntholib (kakek rasul) yang untanya di rampas oleh raja Abrahah supaya dia tidak menghalanginya untuk menyerang ka'bah berkata: berikan kembali untuku, karena itu milikku, tapi kalau kau hendak menyerang ka'bah silahkan itu adalah milik Alloh. Kendati sebagian ulama menamai iman ini adalah imannya orang quraish, namun itu terdengar sangat kuat.

Seorang yang memiliki iman, sudah tentu akan tenang dalam melakukan segala sesuatu, karena sandaran didalam hidupnya amat kuat, sehingga tidak ada kekhawatiran, atau perasaan menyesal karena tidak berhasil dalam meraih cita-cita, karena dia selalu iman bahwa segala yang terjadi ini adalah yang terbaik menurut Alloh. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu tapi itu buruk menurut Alloh, dan kadang kau membenci sesuatu tapi itu baik menurut Alloh, sungguh Alloh maha bijaksana maha mengetahui.


Diakui atau tidak banyak sekali hal terjadi dalam kehidupan ini, yang sebenarnya harus disikapi dengan iman. salah satu contoh saat memilih pasangan, ketika sorang yang cantik namun dia kafir dan seorang yang biasa sedang dia muslim, lebih banyak kita sebagai kaum lelaki sangat sulit untuk menerimanya, karena iman kita kepada ayat tuhan " sungguh wanita budak muslim, lebih baik bagimu dari pada wanita kafir, meskipun dia menarik hatimu." karena wanita kafir membawamu ke neraka sedang wanita muslim membawamu ke surga Alloh, demikian ayat ini mengungkap.

Kita memiliki anak, anak tersebut sakit, dia menangis ketika minum obat, dan kadang kita kesal saat diberi obat dia muntah untuk beberapa kali, dan kita tidak jarang membentak anak kita. Padahal Nabi berkata, janganlah kamu berkata/berprilaku kasar kepada anakkmu karena dia akan membekas didalam hatinya. Riwayat ini dikisahkan seorang Ibu yang menarik dengan kasar sang balita yang sedang digendong oleh Rosullulloh, karena bayi itu buang air kecil di baju rosullulloh. Disari atau tidak ini terjadi di dalam keluarga kita lingkunga kita bahkan negara kita. Betapa marak aksi yang biada kepada anak kecil, penganiyayaan, kekerasan seksual dan lain sebagainya yang semua itu sangat jauh dari iman.

Saat kita memarahi anak kita, justru istri kita yang sering kali, kita anggap lebih awam dari kita, dan lebih tidak tahu, justru dia lebih paham dan mengerti apa itu kasih sayang, apa itu menahan diri, yang semua itu kadang dia tidak tahu bahwa karakter tersebut adalah wujud iman yang baik.

Akhirnya harus kita akui, Iman sangat sulit untuk diraih atau dimiliki, karena dia sangat berlapis lapis dan salaing berkait, namun kita tidak boleh putus harapan,  iman harus ditumbuhkan harus dilatih, harus selalu belajar, karena meski engkau melintasi lautan api, mendaki gunung yang tinggi, iman itu tidak dapat dimiliki, jika tidak kembali pada Alloh ( ), Robbul Alamin. Karena dialah segala segala sesuatu bergantung.[]

Walloh wa'lam bissawab.



Popular Posts