Pages - Menu

Sunday, August 10, 2014

Kisah Pemuda Didalam Surat Al-Buruj

Assalamualaykum...

Sahabatku yang di Rahmati Alloh, Ramdhan kemarin, saya menghafalkan salah satu surat dalam Jus 30, yakni surah Al-Buruj : Gugusan Bintang. Surat ini terdiri dari 22 ayat. Ketika membaca artinya, saya tidak memahami, mengapa dalam ayat ini, diawalai dengan sumpah Alloh kepada gugusan bintang yakni melaknat orang-orang yang membakar parit. Ternyata dibalik surat ini ada sebuah cerita.

Nabi dalam riwayat bercerita,  bahwa dulu ada seorang pemuda ashabul ukhdud yang hidup disebuah kerjaan yang dipimpin oleh seorang Raja yang dzolim, dia disiksa karena mempertahankan akidah yang ia percayai. Raja pun meminta agar pemuda itu ditangkap dan dilempar ke jurang, Bawalah dia ke gunung hingga puncaknya, bila ia mau meninggalkan agamanya (biarkanlah dia) dan bila tidak mau, lemparkanlah dari atas gunung.” ereka membawanya ke puncak gunung lalu pemuda itu berdo’a: “Ya Allah, cukupilah aku dari mereka sekehendakMu.” Tiba-tiba gunung berguncang dan mereka semua jatuh. Pemuda itu kembali hingga tiba di hadapan raja. Raja bertanya: “Apa yang terjadi pada para bawahanku ?” Pemuda itu menjawab: “Allah mencukupiku dari mereka.” Lalu raja menyerahkan kembali ke sekelompok tentaranya, raja berkata: “Bawalah dia ke sebuah perahu lalu kirim ke tengah laut. Bila ia mau meninggalkan agamanya (bawalah dia pulang) dan bila ia tidak mau meninggalkannya, lemparkanlah dia.” Mereka membawanya ke tengah laut dan pemuda itu berdo’a: “Ya Allah, cukupilah aku dari mereka sekehendakMu.” Tiba-tiba perahu terbalik dan mereka semua tenggelam.
Pemuda itu kembali hingga tiba di hadapan raja. Raja bertanya: “Apa yang terjadi pada para bawahanku ?” Pemuda itu menjawab: “Allah mencukupiku dari mereka.” Setelah itu ia berkata kepada raja: “Kau tidak akan bisa membunuhku hingga kau mau melakukan apa yang aku perintahkan.” Raja bertanya: “Apa yang kau perintahkan ?” Pemuda itu berkata: “Kumpulkan semua orang di tanah luas lalu saliblah aku di atas pelepah, ambillah anak panah dari sarung panahku ini lalu ucapkanlah: “Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.” Bila kau melakukannya kau baru bisa membunuhku.”
Akhirnya raja itu melakukannya. Ia meletakkan anak panah di tengah-tengah busur panah lalu melesatkannya seraya berkata: “Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.” Anak panah dilesakkan tepat menembus pelipis pemuda itu lalu ia meletakkan tangannya di tempat panah menancap kemudia ia wafat. Orang-orang berkata: “Kami beriman kepada Rabb pemuda itu”.
Kemudian dikatakan kepada raja: “Tahukah kamu akan sesuatu yang kau khawatirkan ? Demi Allah kini telah menimpamu. Orang-orang beriman seluruhnya kepada Allah.” Raja kemudian memerintahkan para tentaranya untuk membuat parit di jalanan kemudian disulut api. Raja berkata: “Siapapun yang meninggalkan agamanya maka biarkan hidup, siapapun yang tidak meninggalkan agamanya, bakarlah di dalamnya.” Lalu para suruhan raja melakukan apa yang diperintahkan, terjadilah dorong mendorong dan tarik menarik hingga datanglah seorang wanita bersama bayinya, sepertinya ia hendak mundur agar tidak terjatuh ke dalam kubangan api, akan tetapi sang bayi berkata: “Wahai ibuku, bershabarlah. Sesungguhnya engkau berada di atas Al-Haq (kebenaran).” (HR. Muslim No. 5327; kitab Zuhd wa Ar-Raqa’iq, bab Qashashul Ashabul Ukhdud)    
Kisah ini juga diabadikan oleh Allah dalam surat Al-Buruj. Ibnu Abbas r.a berkata “Kisah ini terjadi 70 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad Saw.” 

Ternyata sungguh menajubkan Kisah dibalik ayat ini, betapa teguh pendirian seorang pemuda hingga ia mengorbankan dirinya untuk mempertahankan akidahnya, dan kecerdikannya membuat seluruh masyarakat berbondong-bondong iman kepada Alloh. Meskipun pada akhirnya, semua yang beriman dibakar didalam parit, seperti yang diabadikan dalam surat al-Buruj tersebut. Alloh Melaknat orang-orang yang membakar parit tersebut.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqoroh: 214)


sumber : http://www.islampos.com/keteguhan-seorang-pemuda-dalam-kisah-ashabul-ukhdud-60001/




Popular Posts