Pages - Menu

Thursday, August 28, 2014

Teknik Pengolahan Air limbah

"Limbah merupakan hasil buangan sisa Industri yang mengandung berbagai macam kandungan berbahaya dan tidak berguna. Oleh Karena itu wajib bagi para pelaku industri untuk mengolah limbahnya terlebih dahulu agar layak dibuang ke lingkungan. Lemahnya penegakan hukum terhadap para pelaku industri yang tidak mau mengolah limbah menjai salah satu penyebab rusaknya lingkungan sekita."

Dalam mengolah limbah sedikitnya ada 5 tihapan yang diperlukan, yakni:
1. Pengolahan awal (pretreatment)
2. Pengolahan tahap pertama (primary treatment)
3. Pengolahan tahap kedua (secondary treatment)
4. Pengolahan tahap ke tiga (tertiary treatment)
5. Pengolahan lumpur (sludge treatment)

A. PENGOLAHAN AWAL (Pre treatment)
Tahap ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam limbah. Beberapa tahapan yang berlangsung pada tahap ini diantarnya;
a. Screen and grit removal (penghapusan pasir)
b. Equalization and storage (pemerataan dan penyimpanan)
c. Oil separation (pemisahan minyak)

Gambar 1, Proses aliran khas dari sistem flotasi terus menerus
B. PENGOLAHAN TAHAP PERTAMA (Primary treatment)

Pengolahan tahap pertama memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. pada tahap ini, proses yang berlangsung adalah:
a. Neutralization (netralisasi)
b. Chemical addition (menambahan zat kimia)
c. Coagulation (Penggumpalan, menggumpalkan senyawa yang tidak diinginkan sehingga mengeras)/s
d. Flotation (pengapungan)
e. Sedimentation ( Pengendapan)
f. Filtration (penyariangan)

C. PENGOLAHAN TAHAP KEDUA (secondary treatment)

pada tahap kedua ini sistem dirancang untuk menghilangkan zat terlaur dari limbah yang tidak dapat dihilangkan pada tahap pertama, dan proses fisik. Peralatan umum yang digunakan pada tahap yang kedua ini adalah:
a. Activated sluge (lumpur aktif)
b. Anaerobic lagoon
c. Tracking filter (trik penyaringan)
d. Aerated logon ( laguna aerasi)
e. Stabilization (stabilisasi) basin
f. Rotating biological contactor (perputaran)
g. Anaerobic contactor and filter

Gambar 2. Primary and secondary water treatment process

D. PENGOLAHAN TAHAP KETIGA (tertiary treatment)

Proses proses yang terlibat pada tahap yang ketiga ini adalah:
a. coagulation and sedimentation
b. Filtration, adalah proses penyaringan untuk memisahkan cairan dengan padatan.
c. Carbon absorption
d. Ion exchange (perubahan ion)
e. Membrane separation (pemisahan dengan membran)
f. Thickening gravity (penebalan gravitasi atau flotasi)

pada proses ini dilakukan pemisahan secara kimia untuk lebih memurnikan air yang belum sepenuhnya bersih.

E. PENGOLAHAN LUMPUR (Sludge treatment)

Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses :
a. Degnition or wet Conbustion (pembakaran basah)
b. Pressure filtration (Tekanan filtrasi)
c. Vacuum filtration ( filtrasi vakum)
d. Centrifugation, memisahkan antara cairan dan padatan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal
e. Lagooning or drying bed (pengeringan)
f. land fill (pengisian lahan)

beberapa proses memang tidak dijelaskan karena memang agak rumit.



Sumber: Majalah PERPAMSI adisi april 2013, hal 49, Saintek


Wednesday, August 27, 2014

is Prabowo Need To say "Congratulation" to JKW-JK ?

 
today on the Jakarta Post, one of  the top news topic said, Prabowo has yet to congrulate Jokowi. Insede of the paragraph also said, "Jokowi has several times expressed willingness to mend fences, toning down any animosity and past rivalry and saying that he and Kalla were “good friends” with Prabowo.

it sound good to hear, but hard to do, isn't it?.I think most of Prabowo Supporter will agree with my statement. Starting his career politics as a Solo's major, Jokowi is nothing. But after the Jakarta governor election, he become famous. Probowo and Gerindra are the only one man and politic organization which strongly recommended and convention Indonesian democratic party struggle to join in the selection. eventually Jokowi won the election and become the governor. 

Prabowo may be think that Indonesian democratic party struggle will support him on the president election, but in fact, they trait Prabowo and submitted Jokowi as rival. I think it's a hard to understand, how it could be, but it's real happened. 

The second reason is, the politic issue that Media group and trans group that supervisory by Surya Paloh and Chairul Thanjung and  Dhalan Iskan that supported by Wiranto, Luhut Panjahitan, dan Hedro priyono and Abundant of foreign country that have interest with Indonesia spread out in much of media , such as : HAM issues, and bad characters of Prabowo , in which make the Prabowo Character killed.

Eventually, in the president election, Prabowo have lost. and Jokowi become the president-elect.

Now, we partly understand how hard Mr. Prabowo to say congratulation. but is it needed?

in our religion, Islam we recommended to positive think, and and forgive every mistake that our relative done. because not reasonable as a moslem keep the revenge in our hearth. we have to keep the union.

basis on this opinion, we are one prove that Mr. Prabowo have to forgive mr. Jokowi and said " congratulation".

but now, what the best method to said?, Keep silent and Calm is part for agreement, so I think mr. Prabowo act right now, is part of method to said congratulation, no need to said something.

and mr. Jokowi, should understand about it, and did not make another opinion ,Prabowo do not want to pack as close. Jokowi must recognizes that in fact, his party and his supporter have done many bad things on mr. Prabowo, even only in his hearth.

now we can wait and see, then support the government. We have to keep our ideology and union. because this country not only for us, but also for our son, and grand children.

in the end, we have to give big honor to mr. Prabowo, for his wise and effort.

Happy Freedom, Indonesia.
17 August 2014

Sunday, August 10, 2014

Kisah Pemuda Didalam Surat Al-Buruj

Assalamualaykum...

Sahabatku yang di Rahmati Alloh, Ramdhan kemarin, saya menghafalkan salah satu surat dalam Jus 30, yakni surah Al-Buruj : Gugusan Bintang. Surat ini terdiri dari 22 ayat. Ketika membaca artinya, saya tidak memahami, mengapa dalam ayat ini, diawalai dengan sumpah Alloh kepada gugusan bintang yakni melaknat orang-orang yang membakar parit. Ternyata dibalik surat ini ada sebuah cerita.

Nabi dalam riwayat bercerita,  bahwa dulu ada seorang pemuda ashabul ukhdud yang hidup disebuah kerjaan yang dipimpin oleh seorang Raja yang dzolim, dia disiksa karena mempertahankan akidah yang ia percayai. Raja pun meminta agar pemuda itu ditangkap dan dilempar ke jurang, Bawalah dia ke gunung hingga puncaknya, bila ia mau meninggalkan agamanya (biarkanlah dia) dan bila tidak mau, lemparkanlah dari atas gunung.” ereka membawanya ke puncak gunung lalu pemuda itu berdo’a: “Ya Allah, cukupilah aku dari mereka sekehendakMu.” Tiba-tiba gunung berguncang dan mereka semua jatuh. Pemuda itu kembali hingga tiba di hadapan raja. Raja bertanya: “Apa yang terjadi pada para bawahanku ?” Pemuda itu menjawab: “Allah mencukupiku dari mereka.” Lalu raja menyerahkan kembali ke sekelompok tentaranya, raja berkata: “Bawalah dia ke sebuah perahu lalu kirim ke tengah laut. Bila ia mau meninggalkan agamanya (bawalah dia pulang) dan bila ia tidak mau meninggalkannya, lemparkanlah dia.” Mereka membawanya ke tengah laut dan pemuda itu berdo’a: “Ya Allah, cukupilah aku dari mereka sekehendakMu.” Tiba-tiba perahu terbalik dan mereka semua tenggelam.
Pemuda itu kembali hingga tiba di hadapan raja. Raja bertanya: “Apa yang terjadi pada para bawahanku ?” Pemuda itu menjawab: “Allah mencukupiku dari mereka.” Setelah itu ia berkata kepada raja: “Kau tidak akan bisa membunuhku hingga kau mau melakukan apa yang aku perintahkan.” Raja bertanya: “Apa yang kau perintahkan ?” Pemuda itu berkata: “Kumpulkan semua orang di tanah luas lalu saliblah aku di atas pelepah, ambillah anak panah dari sarung panahku ini lalu ucapkanlah: “Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.” Bila kau melakukannya kau baru bisa membunuhku.”
Akhirnya raja itu melakukannya. Ia meletakkan anak panah di tengah-tengah busur panah lalu melesatkannya seraya berkata: “Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.” Anak panah dilesakkan tepat menembus pelipis pemuda itu lalu ia meletakkan tangannya di tempat panah menancap kemudia ia wafat. Orang-orang berkata: “Kami beriman kepada Rabb pemuda itu”.
Kemudian dikatakan kepada raja: “Tahukah kamu akan sesuatu yang kau khawatirkan ? Demi Allah kini telah menimpamu. Orang-orang beriman seluruhnya kepada Allah.” Raja kemudian memerintahkan para tentaranya untuk membuat parit di jalanan kemudian disulut api. Raja berkata: “Siapapun yang meninggalkan agamanya maka biarkan hidup, siapapun yang tidak meninggalkan agamanya, bakarlah di dalamnya.” Lalu para suruhan raja melakukan apa yang diperintahkan, terjadilah dorong mendorong dan tarik menarik hingga datanglah seorang wanita bersama bayinya, sepertinya ia hendak mundur agar tidak terjatuh ke dalam kubangan api, akan tetapi sang bayi berkata: “Wahai ibuku, bershabarlah. Sesungguhnya engkau berada di atas Al-Haq (kebenaran).” (HR. Muslim No. 5327; kitab Zuhd wa Ar-Raqa’iq, bab Qashashul Ashabul Ukhdud)    
Kisah ini juga diabadikan oleh Allah dalam surat Al-Buruj. Ibnu Abbas r.a berkata “Kisah ini terjadi 70 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad Saw.” 

Ternyata sungguh menajubkan Kisah dibalik ayat ini, betapa teguh pendirian seorang pemuda hingga ia mengorbankan dirinya untuk mempertahankan akidahnya, dan kecerdikannya membuat seluruh masyarakat berbondong-bondong iman kepada Alloh. Meskipun pada akhirnya, semua yang beriman dibakar didalam parit, seperti yang diabadikan dalam surat al-Buruj tersebut. Alloh Melaknat orang-orang yang membakar parit tersebut.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqoroh: 214)


sumber : http://www.islampos.com/keteguhan-seorang-pemuda-dalam-kisah-ashabul-ukhdud-60001/




Popular Posts