Pages - Menu

Wednesday, July 10, 2013

Jangan Menduga yang Baik itu Baik, yang Buruk itu Buruk

Bismillahirokhmaanirrokhiim...

Saudaraku yang dimuliakan Alloh, Mari kita renungkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini: “.....Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah: 216 ). 
malam-hening
Dalam kehidupan ini, banyak sekali hal yang boleh jadi suesuai dengan yang kita inginkan, dan tidak jarang jauh dari apa yang kita harapkan. Dalam surat diatas Alloh berpesan untuk tidak cepat-cepat menyimpulkan bahwa apa yang kita alami atau perloleh baik itu keberhasilan maupun kegagalan sebagai hal yang baik, cobaan, atau bahkan azab bagi kita. Bisa jadi keberhasilan yang kita peroleh itu bisa mengantar kita kepada keburukan, ketika kita tidak menyadarinya kemudian berbenah, dan sebaliknya keburukan atau yang kurang baik yang menimpa kita akan mengantarkan kepada kebaikan yang sebenarnya.

Ada sebuah cerita, yakni sesorang yang menangisi kegagalanya selama berminggu-minggu, lalu ketika dia mencapai kebaikan dia kembali menangis. Dia menangisi dirinya sendiri, kenapa pada waktu mendapat keburukan  itu dia menangis, seharusnya dia senang seperti keberhasilan yang diperoleh sekarng. Demikian cerita itu berpesan.

Lantas bagimana kita melihat hal itu adalah ujian atau azab?, kita sering kali memperoleh sesuatu yang tidak kita senangi, boleh jadi itu adalah ujian untuk menaikkan derajat kita, dan bisa jadi juga itu adalah azab dari Alloh. Nah bagiamana cara membedakannya?, pertama kita perlu berintrospeksi diri, apakah selama ini kita telah berusaha secara optimal sehingga tidak ada lagi upaya yang dapat kita lakukan?, ataukan kita terlalu cepat menyerah, kemudian tanyakan pada diri anda apakah sedemikian jauh anda melalaikan kewajiban yang diperintahan Tuhan, ataukan selama ini kita telah taat dan berusaha keras mempelajari kesalahan-kesalah kita dan berusaha memperbaikinya?, jika itu belum tentu anda telah tahu jawabannya.

Dalam ayat lain Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “ Jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ ( QS. Hud : 107 ).

Dengan memiliki kesadaran seperti ini kita akan berupaya untuk melihat sisi baik dan hikmah di balik setiap peristiwa. Sehingga kita meyakini bahwa apa yang kita anggap buruk saat ini belum tentu berakibat buruk di masa mendatang . Sebaliknya, setiap hal yang kita sukai dan kita angggap baik saat ini belum tentu yang terbaik untuk masa depan kita. 

Walloh wa'lam bissawab.

Popular Posts