Pages - Menu

Monday, March 11, 2013

Polisi Belum Menjadi Pengayom Masyarakat?

 http://www.witdodo.com/wp-content/uploads/2011/04/lambang-polri.gif
Negara Indonesia adalah negara hukum. Segala warga negara wajib menjunjung hukum tanpa terkecuali, setidaknya begitulah bunyi undang-undang pasal 27 UUD45. Secara umum yang tergolong aparat penegak hukum adalah Polisi Jaksa dan Hakim. Mereka adalah perangakat yang utuh dan seharusnya saling bantu dalam menyelesaikan persoaalan-persoalan hukum di negara ini. Ketika ada pelanggaran harus ditindak dengan tegas, dan selalu bekerja sama dengan masyarakat demi mewujudkan keaamanan nasional.
http://www.museum.polri.go.id/img/lantai2_linyanyom_polisi-anak-anak2.jpg
Ketika masih SD, ada sebuah pertanyaan di soal ujian PPkn, Apakah peran polisi bagi masyarakat?, pilihan yang tepat untuk pertanyaan diatas adalah sebagai pengayom masyarakat. Ketika itu aku kelas 4 SD, sempat terbesit dikepalaku, ketika besar nanti mungkin aku akan menjadi polisi dan melindungi masyarakat, atau paling tidak aku akan membantu polisi melindingi masyarakat.

Ketika SMA, aku mendaftar menjadi polisi, meskipun sebenarnya waktu itu aku tidak ada minat lagi, saat itu alasanya klasik polisi rambutnya pendek, aku jadi tidak ganteng kalo rambutnya pendek. Namun, karena orang tuaku ingin aku menjadi polisi, akupun mendaftar AKPOL di surabaya, test demi test kulalui, mulai test psycology, tets TPA, test kesehatan dalam, test kesehatan luar, test fisik (lari), begitulah secara urut urutan test. Walaupun aku hanya berhasil sampai test kesehatan luar, aku tidak pernah menyesalinya, meskipun waktu itu sedih juga, ternyata aku belum bisa mewujudkan impian ayahku. Saat gagal itu, ku buka amplop dari kepolisian, aku difonis skoliosis stadium 3, padahal punggungu tidak ada masalah, ini sungguh aneh, tapi aku tidak menanyakannya, aku lebih memilih mundur, dan tidak melanjutkanya. Saat itu aku mulai ada rasa tidak suka dengan yang namanya polisi (dalam hati, aku merasa dicurangi, karena nilai ujian tulisku bagus semua).
http://palembang.tribunnews.com/foto/berita/2011/7/31/sim1.jpg
Sebulan kemudian aku ikut ujian SIM C, sepeda motor, ada ujian tulis, ujian praktek di lintasan, dan ada ujian di jalan. Ujian tulis dan praktek lintasan dengan mudah kulalui, namun aku gagal di ujian praktek di jalan. Namun sekali lagi sangat aneh, aku sampai mengulang 4 kali, padahal aku menghafalkan rambu-rambu dan petunjuk jalan. Waktu itu aku sudah mahasiswa, jadi kuberanikan bertanya, pak saya salah yang mana, kok sampai 4 kali tidak bisa, saya jauh pak, kalo harus balik dengan kesalahan tidak jelas, saya tidak mau. Anda ketika kuning, roda sepeda depan sudah menginjak marka, maka anda harus berhenti, jawab polisi. Ah masak pak, saya selalu berhati-hati pak, sampai-sampai saya memastikan lampu hijau baru jalan, tanggap saya. Saya lebih percaya teman saya dari pada kamu, sahut polisi. Saat itu rasa tidak suka ku bertambah lagi, polisi ini sungguh tidak argumentatif (pikirku dalam hati).

 http://batam.tribunnews.com/foto/bank/images/Calo-Sim.jpg
Setelah itu aku ditawari oleh calo, kemudian aku pun mebayar yang lebih besar dari semestinya. Prosesnya sama, ikut pratek juga, saat itu ternyata semua yang pakai calo dikelompokkan di rombongan belakang, saat itu aku melihat juga polisi yang kemarin mengatakan, "aku lebih percaya teman saya dari pada kamu, " ikut memberangkatkan barisan yang memakai calo. dan sungguh mengejutkan semua yang dibarisan belakang tidak diawasi sama sekali, dan semua jadi hari itu juga, plus foto SIM. wah ini bener-bener kurang ajar sekali, padahal di depan kasir udah ada tulisan, "Tidak boleh memakai Calo", eh ternyata polisinya jadi calo, gimana ini????,, aduh sial emang. Saat itu aku semakin tidak respek dengan yang namanya polisi.
http://cdn.sindonews.com/dynamic/content/2012/07/27/67/661195/hicYLGHlXs.jpg?w=300http://maskurblog.files.wordpress.com/2011/09/operasi-zebra.jpg?w=460&h=308
Ketika mendapat SIM, aku sempat beberapa kali bermasalah dengan polisi, biasa istilahnya " narik ATM di jalan" alias operasi. Semua dipinggirkan, ada yang tidak ditangkap, tergantung plat nomor anda adalah dalam wilayah kota itu atau tidak?, kalo tidak sama, potensi di tangkap lebih tinggi. Pernah ketangkap operasi, teman sebelah meminta damai, awalnya sok gaya polisi ini, tapi akhirnya bilang, " yah kamu punya berapa??", aduhhhh, parah ni polisi, damai tu artinya 20 ribu (kalo di desa), kalo di kota itu 50.000. Apakah seperti ini polisi yak,,main uang dengan sangat mudah. Anak istri dikasih makan uang panas, semoga Alloh menyadarkanya.

Pernah lagi kejadian ketangkap saat tidak menyalakan lampu, saat itu aku udah mulai tahu form merah dan biru, intinya aku meminta form yang mentransfer sendiri ke rek polisi, supaya uang saya tidak dikorupsi. Saat tertangkap polisi menjelaskan, jadi gimana ini pak??,, aku berlagak tidak mengerti. kemudian dia menjelaskan pasal yang saya langgar, waktu itu denda maksimal 250.000. kalo transfer saya dikenai denda maksimal. Saya pun bertanya, " Pak saya kan sudah mengaku salah, tidak menyalakan lampu, kenapa saya didenda makasimal??,, Ehhh, polisinya kayak malu gitu, terus marah malahan..eh aku tinggal saja.  Duh parah nie orang, dikepret malaikat baru tahu rasa.

Ya sejak saat itu, bagiku polisi sudah tidak bermutu lagi, seragamnya terlalu murah dan lama tergadai oleh uang tidak benar, beruntung juga aku tidak menjadi polisi. Di masyarakat luas, hal ini sudah menjadi rahasia umum, dimedia banyak dikabarkan rekening-rekening untuk para perwira, dari sat lantas. Dan yang paling baru kasus Djoko susilo. huhh parah nie polisi memang, dimana kebanggaan kalian sebagai patriot perwira bangsa?,
Dewasa ini, masyarakat lebih takut kepada polisi dari pada penjahat, kasus tabrakan sepeda motor/ mobil orang lebih suka berdamai, dari pada lapor. karena ya kalo lapor akan habis uang lebih banyak, banyak orang meminta jasa perlindungan preman dari pada ke polisi, ya karena polisi udah menjadi antipati di masyarakat. Urusan akan tambah panjang jika melibatkan polisi. pertanyaanya sekarang apakah polisi sudah berbenah???

Jawabanya boleh jadi sudah, boleh jadi belum. sistem yang terbentuk dari bawah hingga atas sudah sangat kuat, jadi diperlukan reformasi polri untuk mengubahnya. seharusnya polisi bisa belajar dengan situasi yang terjadi, memang benar tidak semua polisi seperti itu, tetapi emage yang terbentuk sudah sangat buruk. Alangkah baiknya jika, polisi tahu bahwa mereka adalah aparat penegak hukum yang berfungsi mengayomi dan melindungi masyarakat, jadi masyarakat akan tenang jika ada polisi, bukan malah tidak senang, bahkan takut.
http://kaltim.tribunnews.com/foto/berita/2012/10/1/teroris.jpg
Polisi ada banyak di indonesia, bahkan didunia, tidak semuanya jelek, namun banyak juga yang sangat korup dan tidak disiplin. Entah sampai kapan hal ini akan terjadi?, beberapa waktu lalu di surat kabar dn berita ada head line " kelompok herkules ditangkap,..beberapa kali kubaca dan kulihat di televisi, ini sungguh membanggakan, seharusnya begitulah polisi, bahkan seharusnya kelompok seperti herkules tidak pernah ada, karena polisi yang sangat melindungi. Hati saya mulai ada respek dengan polisi. SEmentara itu ada juga berita, bentrok TNI dan POLRI, ini sungguh menyedihkan, kok bisa ya sesama penyangga negara bentrok sampai bakar-bakaran seperti itu?
http://www.indonesiamedia.com/wp-content/uploads/2012/04/148492_demo-buruh-tolak-bbm-naik_300_225.jpg
Semua harus berbenah, TNI memang wajar iri dengan POLRI. TNI berjaga diperbatasan, dan memiliki tugas lebih berat, kebanyakan dihutan, bahakan ada yang sampai pensiun tidak bisa beli rumah, karena memang tingkat kesejahteraan sangat minim dibandingkan dengan POLRI. Yang lebih mengherankan lagi, polisi memiliki job yang lebih istimewa, dan fasilitas yang sangat banyak tapiiiii, kok tugasnya dikerjakan tidak dengan kejujuran, dan kenegarwanaann....payah memang, sementara memang belum banyak diperbincangkan, tapi yang jelas, polisi harus berbenah, sehingga tidak ada lagi hal semacam ini.

ayo lindungi tanah air indonesia ini, mari bersama-sama kita wujudkan indonesia yang aman dan damai, katakan benar jika benar, katakan salah jika salah. tapi satu hal, katakan dengan lembut, dan berakhlak,,,karena kalian adalah pelindung masyarakat, bukan penteror masyarkat.  


Popular Posts