Pages - Menu

Wednesday, March 20, 2013

System Heater VFD

Pada penjelasan sebelumnya dinyatakan bahwa salah satu komponen penting pada VFD adalah heater, nah heater ini digunakan untuk memberikan tegangan untung firing filament yang dikendalikan melalui IC VFD.

Heater sendiri terdiri dari beberapa bagian yakni, Switching, Transformer, Rectifier, Power Dessipation, dan Proteksi (separator). Pada bab ini akan dibahas bagian, bagian tersebut untuk memahami lebih detail tentang VFD itu sendiri.

Switching, menggunakan dua buah transitor NPN, yang berkerja secara bergantian push dan pull. Pertama ketika sumber 12 V aktif, maka akan ada aliran arus, melalui BD2 lalu menuju R41 (basis Q10). Itu artinya Q10 akan bekerja terlebih dulu, karena untuk Q11, arus harus melalui kumparan terlebih dulu, sehingga ada delay. Ketika basis ada arus, maka transistor Q10 aktif, arus mengalir dari kolektor ke emitor, dan saat itu kumparan pada transformator (5,3) akan charging sebesar L (di/dt). dengan demikian tegangan yang ditimbulkan adalah sebesar Vce+L (di/dt), namun ini memiliki kendala jika dibiarkan, akibat dari charging ini, tegangan transistor (Vbe) akan terus meningkat jika tidak di discharge, sehingga transistor dapat terbakar. Untuk pendischarge ini digunakanlah diode dan capacitor yang akan mengalirkan arus tegangan lebih ke 12V, sehingga transistor tidak terbakar. Hal serupa juga terjadi di transisfor Q11 segera setelah Q10 off, perhatikan gambar berikut ini.

Q10 dan Q11 switching.
Transformer,

Tegangan AC manipulasi yang dihasilkan switching transistor akan dikuatkan oleh transformer. seprti yang kita ketahui bahwa untuk menghasilkan tegangan out yang lebih besar tetapi negative dari sumber 12V, setelah diswtiching harus dikuatkan terlebih dulu. Tegangan hasil swtiching berkisar 11-16 Volt, untuk medapat nilai -30V, maka dapat diperoleh dari kombinasi lilitan primer dan sekunder. Perhatikan spesifikasi dari transformer berikut ini.

Dari tabel winding, semisal dari sisi primer (3,5) memiliki kumparan 30, dan sisi sekunder (9,10) kumparannya 41, sehingga penguatanya berikisar (41/30=1.37), jika tegangan in adalah 16 Vrms=22.4V Vmax) maka tegangan out yang diperoleh adalah 30.68 Volt AC. yah kira-kira seperti itu.

Rectifier
Setelah dikuatkan oleh transfrmator, tegangan masih berupa tegangan AC manipulasi, sehingga perlu untuk di serahkan terlebih dulu menggunakan rectifier. D11,D16,D12 dan D10 adalah diode rectifier, terlihat output transformer terhubung degnan diode, dan disisi output dihasilkan beberapa tegangan yakni -22,7V dan -26.1 Volt sebagai Anode dan Chatode, sedangkan -30V untuk heater yang terhubung dengan IC-VFD. Berikut adalah contoh sinal keluaran tegangan setelah disearahkan oleh diode (D11).
Gabar Signals di bawag ini adalah gambaran signal sebelum dan setelah masuk ke diode (D11). Periode Negative di searahkan sehingga menjadi full gelombang DC lagi, dengan Vrms berkisar 22.1 Volt
After D11

Before D11
 Disisi ouput juga dipasang diode sener yang menghubungkan output -30 V dengan -26.1 V, diode zener ini berfungsi sebagai sistem proteksi, dimana dia memiliki spec. 3.9V, artinya ouput ataau beda petensial dari pin -30V dan -26.1 V tersebut selalu 3.9 V, dan jika lebih dari itu, maka akan dipotong (clip oleh zener). Selain itu juga terpasang resistor yang disusun secara paralel sebanyak 4 buah, itu adalah sebagai power desipation (pembuang panas), kan ini sistem stiching dan membakar filamen, jadi pasti menghasilkan kalor, itu perlu dikendalikan dengan resistor tersebut.


ok, untuk kali ini sampai disini dulu ya sobat, next chapter akan berbicara lebih dalam tentang seven segmen dan sistem penulisan dari VFD tersbut, kalo ada pertanyaan,,,silahkan di comment aja, insyalloh saya bantu sebisa saya..semoga bermanfaat yakkkkk....


To be Continue....





Popular Posts