Pages - Menu

Thursday, November 15, 2012

RHOMA IRAMA dan THOMAS ALVA EDISON

Minggu ini kita dihebohkan dengan sikap sang Raja dangdut Rhoma Irama yang berkeinginan mencalonkan dirinya sebagai presiden. Saat ditanya alasanya, Bang haji menjawab santai,”saya ingin membasmi kemungkaran”. Banyak Pro dan Kontra mengiringi pernyataan ini, namun kebanyakan menilainya negatif, “mungkin mencari sensasi, mungkin sudah tidak laku lagi didepan wanita, ada yang minta ngaca dulu, dan ada juga yang mau muntah sambil koprol dan melotot.” Begutulah setidaknya beberapa komentar dari orang-orang di Kompas hari ini (16 november). 

 
Ditengah carut marut negri ini, memang sosok pemimpin yang jujur, adil, merakyat sangat dirindukan, Jujur saja Indonesia, hampir tidak ada pemimpin yang memenuhi secara sempurna kriteria tersebut. Hal ini bisa jadi karena faktor pemilihan yang harus melalui parpol, sehingga hanya yang popular dan digadang parpol sajalah yang bisa mencalonkan, sehingga bija jadi yang berkualitas tidak dapat tampil.

Sebut saja berepa sosok lama seperti  Ibu Megawati  dari partai PDI-P, lalu Abu Rizal dari Partai Golkar, yang kemungkinan besar akan maju di pemilu. Beberapa muka lama juga seperti  Surya Paloh, Wiranto, dan Prabowo, juga akan ikut bersaing dipemilu tahun 2014 nanti, meskipun belum diumumkan secara terbuka. Sungguh tidak dapat ditutupi, begitu besar kekecewaan masyarakat kepada pemerintah, sehingga terkadang banyak yang tidak memilih, atau hanya memilih pilihan terbaik dari yang terburuk menurut mereka, dan banyak juga yang memilih calon baru yang lebih fresh. Contoh yang nyata adalah di pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa bulan yang lalu, Jokowi dan Ahok secara mengejutkan berhasil keluar sebagai pemenang, mengalahkan Foke dan Nara yang digadang banyak sekali parpol. Sosok Jokowi yang ramah, dan terkenal merakyat, seperti segelas air segar bagi masyarakat kita yang sedang haus. Hal inilah yang mungkin menjadi trend terbaru yang mendasari keberanian para tokoh seperti Rhoma irama untuk ikut serta.  Saya pribadi malah berfikiran, jika wajah-wajah lama banyak meghiasi panggung politik 2014 depan, maka bang haji adalah sosok alternative yang menjanjikan bagi masyarakat yang sedang haus.
 
Didalam Undang-udang setiap Warga Negara Indonesia Asli yang berusia lebih dari 35 berhak untuk mencalonkan diri sebagai presiden, apapun itu. Jadi secara normative tidak ada larangan bagi seorang Rhoma ingin mencalonkan diri sebagai presiden. Saya fikir bangsa ini harus mulai belajar bagaimana menghargai, dan menyikapi sebuah perbedaan. Mungkin ada yang beranggapan bahwa Rhoma adalah seorang musisi dangdut, tidak mengerti politik, hal ini mungkin saja benar, tetapi mungkin saja tidak. Dalam dialog yang diadakan oleh TV one, semalam bang Haji menjawab secara bijak bahwa,” Anda perlu tahu bahwa lyric lagu yang dibawakannya adalah politik, dan banyak yang mencerminkan kepribadianya, anda mungkin tahu penyanyi seperti jegger, lyric nya tidak menggabarkan penyanyinya. Kemudian dia juga menambahkan, “Saya tidak mengiinginkan apalagi berharap menjadi presiden, karena pemimpin itu adalah takdir, dan Alloh sendiri yang menganugrahi sekaligus mencabutnya, tutur sang raja dangdut ini. Jadi Saya bismillah saja, jika ada partai besar ingin melamar saya, saya bersedia”, imbuhnya.

Kalo kita berfirkir secara bijak, maka yang dikatakan bang haji tidak ada yang salah. Semua orang Indonesia berhak menjadi presiden, berhak dipilih dan memilih begitu amanat undang undang. Din samsudin (tokoh Muhammadiyah), sempat memberikan sedikit komentar. Beliau mengatakan, itikat baik Rhoma Irama perlu kita hargai, setiap warga Negara berhak menjadi presiden, itu hal yang sangat manusiawi, siswa SD saja jika ditanya apa cita-cita kalian, itu 100 anak lebih akan menjawab, saya ingin jadi presiden, jadi hal itu adalah manusiawi. Yang terpenting adalah presiden yang dibutuhkan Indonesia kedepan adalah sosok yang solider, dapat mengayomi masyarakat kita yang sangat Majemuk ini, seperti Bung Karno, tidak memimpin untuk golongannya sendiri, lebih lebih untuk kepentingan pribadinya sendiri, imbuh beliau.
 

Komentar pak Din ini sungguh luar biasa, dan mencerminkan orang dengan kepribadian yang sangat hangat, dan intelektual yang tinggi. Tidak seperti kebanyakan yang hanya bisa mencela, tanpa bisa memberikan solusi. Ada sebuah cerita berkaitan dengan hal ini, dahulu Thomas Alva Edison (Penemu bola lampu pijar), Dia harus membuat 1000 penelitaian untuk dapat menciptakan lampu. Ketika diwawancarai oleh wartawan, Pak Edison seandanya anda berhenti di penelitian ke 900, dan tidak menemukan lampu bagaimana?, Edison menjawab, saya akan bahagia. Lantas bagaimana karir anda dan ejekan teman-teman peneliti anda? , saya telah berusaha mewujudkan mimpi saya, meskipun saya tidak berhasil saya tetap bahagia, mereka yang tidak berusaha menwujudkan mimpinya dan hanya bisa mencela saja yang seharusnya menyesal.

Cerita Edison tersebut adalah sengatan listrik bagi masyarakat kita yang mentalnya bobrok, dan tidak bermartabat.  Bang haji dan pak Din adalah salah satu contoh anak bangsa yang senantiasa berkarya dan berusaha mewujudkan mimpi, dan selalu pisitif, kita wajib belajar kepada mereka.

Walloh’wa’lam bissawab.

Popular Posts