Pages - Menu

Thursday, October 11, 2012

Posisi Penjaga Gawang yang Tidak Diminati



Hello sobat, tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sepak bola. Kebebasan mengolah si kulit bundar ini memang menjadi daya tarik tersendiri, yang menjadikan olahraga ini menjadi yang terpopuler didunia, melebihi basket, tenis, golf, tinju, dan lain-lain. Permainan bola menyuguhkan pertarungan 2 buah tim dalam rentang waktu 2 x45 menit, dan dipimpin 1 orang wasit, dan 2 orang hakim garis. Masing-masing tim terdiri dari 11 orang pemain, yang terdiri dari penjaga gawang (Keeper), pemain bertahan (defender), Pemain tengah (MDF), dan penyerang (Forwarder). 

Hampir setiap hari, kita melihat pertandingan bola di televisi, ada yang melihat fulltime, ada juga yang lebih suka melihat cuplikanya saja, musalnya SPORT 7, LENSA OLAHRAGA, TOTAL FOOTBALL,dll. Siapa tidak mengenal, Zidan, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Kaka, Ronny, R. Van Perse, Lampard, Casilas,P.Chech, Lioris, Vorm, Da Gea, Van de sar, Xavi, Iniesta, dan lain lain, Semua adalah bintang-bintang lapangan hijau yang sering diberitakan. Kepiawaian mereka dalam mengolah bola, sunggung fantastis, teknik yang sangat tinggi, mulai  dribble bola yang bagus, umpan-umpan yang akurat, tendangan yang tajam dan terarah, tangkapan yang sungguh mengagumkan, itulah mereka. 
Namun jika anda dan semua orang indonesia ditanya, siapakah idola anda? maka jawabanya hampir pasti adalah, Messi, Ronaldo, Lampar, Xavi, RVp, Ronny, Kaka, dan hanya akan ada 1 dari 100 orang  atau 1000 orang yang akan menjawab idolaku adalah Iker Casilas, atau P.Chech. Hemm ini tidak mengherankan karena, posisi kiper memang tidak terlihat keren, dan tidak dapat menunjukkan aksi mengolah sikulit bundar, dan hampir dipastikan tidak dapat mencetak gol sesering seorang pemain tengah atau penyerang.Hal ini mungkin yang menyebabkan tidak banyak orang di indonesia tidak mengidolakan seorang keeper. Kehidupan yang glamor dari pemain sepak bola, yang berbanding lurus dengan kekayaan, wanita, dan prestasi, membuat semua berbondong-bondong berimajenasi menjadi salah satunya, ya memang tidak banyak penjaga gawang yang dapat terkenal dibanding dengan seorang pemain lain.
Jika kita bertanya lebih jauh, kalo kamu jadi pemain bola, ingin diposisi apa?, maka jawabannya akan sama seperti pertanyaan sebelumnya, hanya akan ada 1 orang dari 100 atau 1000 orang yang ingin menjadi seorang penjaga gawang. Hal ini sungguh berbeda jika dibandingkan dengan negara lain, yang memang lebih profesional, mereka bermain bola memang karena suka sepak bola, terus untuk mencari nafkah, jadi ibaratnya pekerjaan, posisi apa saja boleh. Mereka lebih khawatir tidak dapat bebuat untuk tim, dan menghiasi bangku cadangan, dari pada harus memintingkan mencetak gol. Berbeda sekali donk dengan orang-orang disekitar kita, kalau saya boleh ibaratkan, disini(indonesia), yang menjadi kiper itu adalah yang memiliki jiwa mengalah, bijaksana, tidak mementingkan gengsi, dan menjaga keutuhan tim, dan lebih aneh lagi orang indonesia meresa mampu, tanpa berkaca terlebih dulu, lebih senang menilai orang dari pada memperbaiki diri sendiri, lebih mementingkan diri sendiri, dari pada mengutamakan kepentingan bersama. Nilai-nilai moral bangsa yang membuat indonesia besar zaman dahulu, kini perlahan telah luntur.

Saat ini aku bekerja di kantor elektronik, di departemenku ada sekita 200 orang, dalm satu devisi ada 50an orang. Sebagai satu tim, kami juga sering berolahraga, terutama footsal, hampir setiap minggu sekali atau dua minggu sekali kita maen bersama selama 2 hingga 3 jam. Sejak pertama kali aku bekerja, berarti sekitar 3 tahun yang lalu, pertama kali futsall hingga saat ini, selalu terjadi problem yang serupa, pada awal-awal sangat bersemangat, mulai menggalang iuran, hingga saat pemanasan, namun saat mau mulai bertanding, terjadilah problem. apa itu??hahaha benar, tidak ada yang mw jadi keeper, akhirnya orang baru sepertiku, atau orang yang tidak jago bermain bola lah yang menjadi sasaran penunjukkan. Kejadian kembali terulang, 1 minggu yang lalu ada turnamen di Kantor, pertandingan antar departement, kebetulan aku menjadi manager tim, dan sangat sulit sekali menunjuk tim,,semua pada gak mw,,,yah walaupun manager tim, tapi karena tergolong muda, jadinya gak didingerin...kekeke(kok malah curhat ini).
 
Kawan, coba kalian fikir ulang, penjaga gawang adalah salah satu pilar penting dalam sepak bola. Kalian para striker sesekali cobalah menjadi penjaga gawang, untuk mengetahui  dimina sudut terlemah yang tidak dapat dijangkau oleh kiper. Hal ini juga pernah dilakukan oleh stubasta yang saat itu dilatih oleh roberto honggo, meskipun ini serial animasi, tetapi paling tidak kita dapat belajar banyak disana. Smua posisi adalah penting, striker, genlandang, defender, semua adalah satu tim. Mentalitas individualis, dan tidak saling menghargai harus segera di hapuskan, karena ini adalah degradasi akhlak. 

Indonesia, atau kalian yang berada di tim, selama masih memiliki sifat seperti itu, maka dijamin tidak akan maksimal dalam bermain, lebih-lebih memenangi sebuah kompetisi. Tim yang akan menang bukanlah tim yang kuat, tetapi mereka tim terbaik. Jadi boleh jadi tim anda kuat tetapi tidak dapat memenangi pertandingan. Semoga dengan tulisan ini, dapat menjadi pencerah bagi kalian yang memang arogan, tidak pernah mau menjadi penjaga gawang. Hargai keinginan teman anda, sebagaimana anda ingin dihargai, dan seterusnya. Maka kita akan menemukan yang namanya tim terbaik.

FIN,

Popular Posts