Pages - Menu

Monday, October 8, 2012

KEBENARAN MANUSIA ITU FUZZY



Hallo sobat, hari ini tema kita adalah kebenaran, saya akan mengulas sebuah persepektif dari sebuah kebenaran. Ketika saya masih dibangku sekolah, saya belajar sebuah teorema fuzzy yang dipopulerkab oleh zadeh. Teori ini menyatakan bahwa sebuah kebenaran itu adalah sebuah nilai yang bernilai fuzzy (ketidak jelasan), yakni nilainya 0 hingga 1. Dalam kehidupan tentu kita sering menemui problem besar dan kecil, yang semuanya dapat diklasifikasian dalam sebuah nilai kebenaran. Terkadang kita terlalu cepat memutuskan bahwa a adalah kebenaran yang sebenar-benarnya dan memandang b,c atau d adalah salah. Atau dengan kata lain a bernilai 1 sedangkan b,c, atu d bernilai 0. 

System kerja Fuzzy logic
Hal ini yang sering menjadi titik awal terjadinya perselisihan. Pada zaman dahulu orang menduga bahwa bumi itu berbentuk datar, sehingga jika engkau berjalan terus ke arah barat, maka engkau akan tiba disebuah ujung bumi, dan jika diteruskan engkau akan jatuh, begitu kepercayaan orang pada zaman dahulu dan diyakini hingga ratusan tahun. Kendati ada yang menyatakan bahwa bumi itu bulat, dia dianggap sesat dan dihukum berat. Namun pada akhirnya Marcopollo yang berhasil menggelilingi bumi, tidak menemukan apa yang dimaksud dengan batas bumi itu, dan membuktikan bahwa bumi itu adalah bulat. Ilmuan pada zaman dahulu berkata bahwa bumi adalah pusat tata surya, namun kemudian teori ini disangkal, dan terbukti baru bahwa matahari adalah pusat dari tata surya. 

Demikian beberapa contoh betapa kerasnya dulu orang meyakin apa yang mereka ketahui dari akalnya yang amat dangkal, dan enggan belajar terus, sehingga ditemukan ilmu yang baru. Mereka lebih suka meremehkan pendapat orang lain, dan mereka binasa dalam kesesatan yang abadi. Hal itu juga terjadi hingga saat ini, banyak sekali hal dan orang disekitar kita yang lebih suka menilai orang lain dari pada belajar dari perbedaan dan mencari kebenaran lagi. Orang bijak berkata, kebenaran hari ini belum tentu kebenaran esok hari. Anda mungkin berpendapat bahwa harimau dan ular adalah hewan yang jahat, atau singa dan srigala adalah hewan yang jahat, sedangakan kelinci, capung, kupu-kupu dan lebah adalah hewan yang baik. Anda begitu yakin dangan itu, sampai sampai setiap ada ular yang lewat, langsung dibunuh. Dalam konteks melindungi diri mungkin hal ini dibenarkan, tapi pengklasifikasian kepada golongan yang jahat sungguh tidak fair. Kita dapat melihatnya di berbagai film anak, bagaimana kita menggambarkan mereka  sebagai karakter yang jahat, tanpa memberitahukan bahwa mereka dalah pemakan daging, mereka adalah rantai salah satu aktor dalam ekosistem yang memang dianugrahi sifat buas. Pernahkah anda berfikir, dunia ini tanpa ular, tanpa harimau tanpa binatang buas yang lain?, keseimbangan ekosistem akan terganggu, dan apakan anda tahu persaan mereka?, jika mereka punya rasa, akal, apakah mereka juga mw berbuat seperti itu? Tentu tidak. Manusia lah yang terkadang amat kejam, binatang membunuh disertai alas an, tetapi terkadang manusia itu sanggup membunuh tanpa alas an.  Hal inilah sedikit banyak yang dirasakan oleh para aktifis alam.

Sedemikian dangkal pengertian dan pengetahuan manusia menganai sebuah kebenaran tidak pantas digunakan untuk melakukan justifikasi apakah itu benar atau itu salah, untuk itulah Alloh dan rosulnya senantiasa memberikan bimbingan dan anjuran untuk selalu belajar dan belajar. 
 
Kebenaran yang ditunjukkan zadeh adalah sebuah daerah fuzzy yang bernilai antara 0 hingga satu, jadi kebenaran dapat bernilai 0, 0.1,0.2 hingga 1, jadi Alloh menciptakan manusia yang terbatas akalnya ini, tidak mampu mencapai kebenaran 1, dia hanya mampu hingga 0.9, 0.8 atau bahkan 0.5. Sifat cantik baik, dan pintar adalah relative, bisa jadi anda beranggapan bahwa enstin itu jenius, tetapi ternyata ada yang lebih pintar lagi, yang bisa jadi anda tidak tahu, atau menurut anda istri anda itu cantik, boleh jadi ada yang lebih cantik lagi, dan lain seterusnya. Hal ini sudah cukup membuktikan bahwa pengetahuan anda sangat dangkal dan tidak dapat dijadikan acuan untuk menjustifikasi sesuatu, ini adalah yang paling benar, dan ini adalah yang paling salah. Cantik yang mampu dicapai seseorang berbeda-beda, ada yang 0.5, 0.6 dll, yang pastinya ada tidak akan mencapai 1, karena 1 adalah Akhlak Alloh sang pemilik kesempuraan, dan satu-satunya yang dapat dijadikan sebagai referensi. 

Anda bekerja tentu berhadapan dengan banyak orang, banyak devisi, atau banyak departemen. Boleh jadi disana anda menemukan berbagai ketidak samaan, berbagai ketidak cocokan, yang berujung pada sifat fanatic berlebihan, mereka itu salah, meraka itu yang paling tidak bisa, kita lah yang paling benar, kitalah yang berada pada jalan yang benar. Berfikirlah sejenak, pelajarilah terlebih dahulu, kalau bisa jadilah bagian dari mereka untuk mencari tahu, sejauh apa kebenaran pradugamu. Kalau engkau tidak bisa maka paling tidak jangan mencelanya. Karena sesungguhnya pengetahuan mu hanya sedikit, dari sekian banyak ilmu Alloh yang tersebar dimuka bumi ini. Alloh menganugrahi manusia akal, dan naluri, serta nafsu, supaya manusia memiliki kingiingan dan kemampuan untuk berkembang, tidak hanya bergantung pada satu pengetahuan saja. Jangan cepat-cepat menunjuki seseorang kalau dirimu masih dangkal, cari terus ilmu itu, bersabarlah, berhati-hatilah tentu engkau akan beruntung.
Tidak ada alasan untuk menjadi yang terbenar, karena hanya alloh tuhan yang maha benar, tidak ada keraguan dengannya. Disbanding mencari kesalahan orang, lebih baik  anda selalu memperbaiki diri, tidak usah mengometari, tapi jawablah dengan pekerjaan, dan perilaku anda.
Hal wajar yang dilakukan oleh seorang muslim adalah, jika dia tidak mampu untuk memuji maka paling tidak dia tidak mencela, dan bila dia tidak mampu untuk memberi, maka paling tidak dia tidak mengambil hak orang lain, demikian pesan agama. Semoga kita selalu diberikan hidayah dan petunjuk Alloh, menjadi orang yang lebih banyak memperbaiki diri, dan memiliki banyak teman. Amin

Walloh wa’alam bissawab.

Popular Posts