Pages - Menu

Saturday, September 15, 2012

Rumahku di Central Park, Chapter II

Sabtu kemarin aku mengunjungi rumahku yang sedang dibangun... Waaah, Subhanallah senang sekali! Bangunan rumahnya mulai berbentuk! Aku ambil beberapa gambar disana, mulai dari depan, hingga kamar-kamar. Batu bata merah sudah mulai tertumpuk rapi membentuk dinding, para tukang sedang memasang kusen jendela.
Photo 1: Rumah Tampak Depan
Pagi itu memang sengaja ku luangkan menengok tukang-tukang yang sedang bekerja, pagi-pagi sekali istriku sudah bikin beberapa gorengan, bala-bala (ote-ote) dan tempe goreng, huhuu plus rengginang yang dibawa dari kampung, yah itung-itung sedekah kepada orang, dan juga pinginnya tukangnya bekerja dengan sepenuh hati dan penuh semangat dalam membuat rumah kami.

Karena menurut informasi, kadang tukang-tukang di kontraktor gitu rada nakal-nakal temen-temen... ada yang bilang, mereka mengurangi jumlah komposisi dari semen dan pasir, sehingga bangunan menjadi mudah rusak dan tidak tahan lama. Jadi kita butuh strategi khusus untuk mengontrolnya... ya salah satunya dengan mencoba memperhatikan mereka melalui makanan tentunya! hehehehe, eeits tapi ini bukan suap ya, tetapi gift aja... hahahaha bahasanya para anggota DPR dan para konglomerat kalo lagi nyuap pejabat! hiihii...
Photo2: Karikatur Teknik Mengotrol Kontraktor yang Nakal.
Rumhku dikerjakan oleh 6 orang, yang dimandori oleh pak Jafar. Untuk memastikan pengerjaanya, langsung aja kutemui pak Jafar, dan ku ajukan beberapa pertanyaan dan ternyata... Wah ni orang blak- blakan juga jadi tukang...

Ternyata emang bener temen-temen, karena kata pak Jafar, "Prinsip seorang kontraktor adalah menggunakan bahan baku sehemat mungkin, alias dikurangin... mulai dari adukan pasir semen sampai ke besi... semua memiliki perhitungan sendiri" Bahkan menurut informasi pak Jafar, kadang tidak jarang kontraktor mencampur pasir dengan lumpur, supaya lengket... kekekekeke... (wah deg-degan ini jangan-jangan rumahku dicampur lumpur nie).

Dengan tetap tenang... kucoba tanya-tanya lagi, "Berapa gini pak Jafar komposisi semen dan pasir? biasanya 1:3 ya?" hihihi... sambil sotoi ku tanya.

Hahaha, dengan senyum tipis pak Jafar menjawab, "Ya enggak mas... itu mah kalau bangun sendiri... kalo gini ya bervariasi... ada yang 1:8 ada juga 1:5 ya tergantung dari preferensi tukang masing-masing..."
(T_T)  aku gak berani nanya komposisi rumahku ini...

Terus kulanjutkan dengan mengetes beberapa tembok hasil karyanya... ku pegang tembok kiri...
"Kok agak rapuh ya pak, apa ini kuat?" hehehe...
pak Jafar senyum lagi, "Kalo dibilang kuat, ya kuat... kalo dibilang tidak kuat ya bisa, ya kan ini standar proyek mas... hehehe..."

Aku ikut tersenyum dingin... kikikiki, yah dalam hati aku berdoa sama Alloh semoga rumahku ini cukup kuat untuk kami tinggali nanti...

Aku mengakhiri pembicaraan kami dan memberikan pak Jafar gorengan yang dibuatkan istriku pagi tadi, "Ini pak Jafar untuk camilan... hehehe...", aku langsung motret motret lagi, sambil mengamati beberapa bata yang tersusun agak miring-miring... hihihi... sabar... sabar,
 
Kamar Belakang
Kamar Depan
 
Kamar Mandi



Cuman secara umum saya senang sekali, paling tidak aku sudah berusaha... buat rumah untuk keluarga kecilku... pasti nanti... ayah dan ibuku akan bangga padaku..."Weh anakku udah bisa bikin rumah!" (hahahha... hati kecilku sedang senang)

Dan yang paling membahagiakanku adalah... anakku yang akan lahir sekitar Januari depan dapat tinggal di rumah baru kami.
Bismillah, tahun baru... jadi ayah, dan punya rumah baru... Ahamdullillah...

Besok aku akan datang lagi, akan kubawakan makanan untuk para tukang. Semoga dengan makanan itu nanti, meraka akan lebih jujur dalam mengerjakan rumah kami. Amin...


Buat teman-teman yang sedang membuat rumah, atau sedang bermimpi membuat rumah, semangat ya... tidak usah khawatir, Bismillah saja...saya doakan yang belum punya rumah, diberikan rizki supaya dapat bikin rumah sendiri. Dan yang sedang bikin rumah... ingat, pakai trik khusus untuk mengawasi para tukang... tidak usah besedih bila hasilnya belum sesuai, tetap berusaha sebisa kalian saja... serahkan pada Alloh. Semoga lancar!

To be Continue......

Popular Posts