Pages - Menu

Saturday, September 22, 2012

MENGGAPAI IKHLAS




Sahabat, hari Sabtu kemarin saya berkunjung ke sebuah pusat belanja di Cikarang, di lantai paling atas ada sebuah mesjid, saya tidak tahu namanya. Hanya saja sabtu siang itu ada yang special disana. yah, ada sebuah pengajian. Waktu itu aku sedang jalan-jalan dengan istri, makan di D'Cost (seafood distro). Karena waktu sudah masuk sholat Dzuhur kami pun sholat di masjid itu.

Pengajian itu bercerita tentang ikhlas,
Orang dinamai ikhlas, dalam meleakukan sesuatu, dia tidak memiliki tendensi/interest apapun keculi mendapatkan ridho dari Alloh. Lebih jauh dari itu, ikhlas memiliki 3 aspek, yakni : Niat lillahi ta'ala , karena Alloh semata. Jadi bila kita melakukan sesuatu, tidak berniat karena Alloh, kita harus hati-hati, akan terjerumus kepada kesyirikan, semisal saja Sholat, untuk apa kita sholat? apakah hanya untuk menggugurkan kewajiban?? hanya menyelesaikan gerakan mulai dari takbir hingga salam??  tentu tidak akan diterima, jika sholat kita diniatkan untuk hal yang lain. Hal ini dapat terasa, ketika pikiran kita senantiasa melayang, dan tidak khusuk dalam menjalankanya, lebih lebih kita sholat untuk menyembah selain Alloh. Sungguh kita tidak memungkiri ketika kita menononton sepak bola pagi dini hari, pertandingan masih berlangsung, dan adzan sudah Shubuh sudah berkumandang, kita lebih mementingkan pertandingan bola, atau kita sholat tetapi niat kita adalah mempercepatnya, ini sungguh sangat tipis membedakanya.

Kedua aspek ikhlas adalah Metode yang billah (telah diajarkan oleh Alloh dan Rosulnya). Ok lah kita telah berhasil niat lillahi ta'ala tetapi jika metode kita salah, apakah kita mengira kalau niat kita sudah benar, sedang metode kita tidak sesuai yang diajarkan oleh Alloh, ibadah kita akan diterima?? tentu jawabnya tidak. Bagaimana mungkin diterima sholat Magrib yang lebih dari 3 rokaat, menambah sendiri menjadi 4 rokaat, karena mengira lebih banyak lebih bagus. Bahkan kita tidak mengerti bacaan sholat, dan tidak mau belajar, mengira Alloh akan memakluminya. Tentu itu hal yang konyol sobat sekalian, memang Alloh adalah Tuhan yang Maha Memaklumi, tetapi ingat Dia telah memberi kita pikiran untuk belajar, berfirik membedakan yang benar dan yang salah, mengajari kita mana yang wajib dan mana yang sunah. Tentu kita tidak ingin disamakan dengan hewan, yang bertindak hanya berdsarkan naluri dan nafsunya.  Jadi Ketika niat kita sudah karena Alloh tetapi metode yang kita pakai salah, dan kita terus bertahan dan tidak mau meperbaiki, maka tentu saja, amal sobat akan tertolak.

Ketiga aspek ikhlas adalah Tujuan, ketika niat kita mengerjakan adalah karena Alloh, dan metode yang kita pakai adalah yang diajarkan oleh Alloh dan Rosulnya, tetapi tujuan kita adalah untuk hal yang buruk semisal ingin dipuji, maka sungguh itu belum dinamai ikhlas. Dan jawabnya sama, apakah amal kita diterima?  tidak. Tujuan berbeda dengan niat, niat adalah yang kita lakukan ini untuk siapa? kalau tujuan ini lebih ke arah untuk apa kita mengerjakan ini? Ketika kita sholat niat karena Alloh ta'ala, ketika kita haji karena Alloh ta'ala, ketika kita ingin melanjutkan pendidikan karena Alloh ta'ala, dan kita telah menggunakan metode yang telah diajarkan oleh Alloh dan Rosul, tetapi ternyata tujuan kita adalah untuk mendapat pujian dari orang, supaya kedudukan kita dipandang terpuji oleh orang, dianggap lebih tinggi dari orang lain, tanpa memikirkan khasanah yang terdalam mengapa kita melakukain ini semua, maka tentu ini akan menjadi problem. Dan sesungguhnya yang kita lakukan hanya hal yang sia-sia belaka.

Kira-kira, begitulah yang saya tangkap dari pengajian siang itu. jadi untuk ikhlas ada tiga aspek ya kawan-kawan: satu niat, dua metode, ketiga adalah tujuan. Hati-hatilah, jangan sampai ibadah kita menjadi sia-sia karena ketidaktahuan kita. semoga Alloh senantiasa melindungi dan membimbing kita menuju jalan yang lurus.

Walloh wa'lam bissawab.

Popular Posts