Pages - Menu

Friday, September 21, 2012

Kisah Paku dan Anak

Sobat, edisi kali ini... aku ingin menceritakan sebuah kisah hikmah. Cerita ini kuperoleh dari kumpulan cerita hikmah sewaktu aku masih dibangku kuliah. Karena ini sebuah cerita, maka ini katagorinya adalah fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama pemain dan cerita, kami atas nama penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak bernama Ronny, dia anak laki-laki berusia 18 tahun. Ronny tinggal bersama Ayahnya (Pak Adi) di desa Bedog. Sejak ibunya meninggal, mereka hanya tinggal berdua saja. Pada awalnya dia anak yang periang, namun semenjak ditinggal mati ibunya, Ronny berubah menjadi anak yang gampang sekali tersinggung dan marah, sehingga banyak teman-teman yang tidak menyukainya disekolah.

Ronny kerap kali melontarkan kata-kata kasar kepada temen-temannya. Pernah suatu ketika Ronny berkelahi dengan teman-temannya, singkat cerita temannya tidak sengaja menginjak kaki Ronny, kemudian Ronny mencegat temannya itu sepulang dari sekolah. Hal ini bukanlah kali pertama terjadi, karena berulang kali Ronny marah-marah pada temannya dan berujung perkelahian tanpa ada alasan yang jelas, sehingga dia kerap kali mendapat teguran dari ibu/ bapak guru. 

Pak Adi, ayah Ronny adalah seorang petani yang sehari-harinya bekerja di sawah dan berternak itik, sumber uang sekolah Ronny diperoleh. Karena kesibukannya, pak Adi jarang bertemu dengan Ronny, mungkin hanya bertemu di sore hari. Ketika mendapat surat dari sekolah, pak Adi terkejut karena anaknya bermasalah, padahal selama ini Ronny tidak pernah menceritakan memiliki masalah di sekolah.

Kemudian pak Adi mencari tahu mengapa Ronny berubah menjadi seperti itu. Sesekali pak Adi mencoba berbica padanya sebagai ayah dan anak untuk menanyakan apakah dia memiliki masalah di sekolah atau tidak. Namun Ronny masih diam seribu bahasa dan hanya menggerutu, dia masih emosi perihal teman-temanya. Pak Adi tidak memaksanya, karena dia tahu Ronny adalah anak yang baik. Meskipun Ronny anak yang pemarah, tetapi dia sangat sayang kepada orang tuanya, selalu berusaha menurut kata ayahnya, apalagi sekarang ini hanya ayah satu-satunya yang dia punya. Namun keirianya pada teman-temannya yang senang dan masih punya ibu, menyebabkan Ronny menjadi jahat. Setiap kali melihat temennya yang tampak senang, atau menatapnya, dia menjadi marah dan mengajaknya berkelahi.
 
Suatu ketika karena tidak tahan lagi, akhirnya dia curhat kepada ayahnya tentang kebiasannya itu, mengaoa dia sangat susah sekali mengendalikan emosinya, bahkan melihat temannya senang pun dia menjadi marah.

Medengar hal itu, pak Adi menjadi terharu, kemudian pak Adi memberikan sekantung paku kepadanya, "Nak ini ada sekantong paku bantu yah membuat pagar ya, yuk dipaku batang-batang bambu itu untuk pagar kita", hibur ayah Ronny

"Nggak mau ah yah, Ronny lagi males ngapa-ngapain nie..., " Ronny menolak.
 
"Udah ikut ayah, katanya kamu ingin mengendalikan amarah bukan? dengan memaku paku-paku ini kamu akan berlatih bersabar dan juga bisa sekaligus membantu ayah..." lanjut ayah

Ronny pun mengikuti instruksi ayahnya, dipakunya satu persatu potongan bambu pagar tersebut. Hari demi hari berlalu, hingga hampir satu minggu Ronny membantu ayahnya untuk mebuat pagar. Perlahan Ronny mulai bisa bersabar dan mengendalikan marahnya sedikit-semi sedikit.
 
Suatu hari, temen-temenya yang sakit hati karena perilaku Ronny, berusaha menutut balas kepadanya. Mereka menggangu sepakat mencegat Ronny sepulang sekolah, dan memberinya pelajaran. 

Siang itupun tiba, Ronny dicegat teman-temanya. Meraka mengungkapkan kekesalannya, dan membalasan ejekan-ejekan Ronny. Mendengar ejekan mereka Ronny pun kembali emosi dan berkelahi lagi dengan mereka.

Ayah Ronny mengetahui kalau dia kembali berkelahi, kemudian ayahnya pun datang menghiburnya. Ronny yang masih sakit hati, tidak mau mendengarkan apa kata ayahnya, kemudian ayahnya mengajaknya ke halaman untuk mengobrol bersama. Ketika itu pagar sudah selesai...

"Ayah sangat berterima kasih seminggu ini, kamu telah membantu menyelesaikan pagar ini." ujar pak Adi.

"Biasa aja ayah, ini kan bukan hal yang menakjubkan."

Sambil menepuk pundaknya ayahnya tersenyum, "Hahaha iya kamu memang hebat", kata ayah.
 
"Hebat apanya yah, kalo kalah berkelahi gini  namanya cemen..."sahut si Ronny sambil menggerutu.

"Sini Ronny", kata ayah.
Ayah berjalan kearah bambu pagar, kemudian dia mencabut salah satu paku yang ada dipagar tersebut.

"Kenapa dicabut yah??" tanya Ronny

"Ayah ingin menunjukkanmu sesuatu, lihat Ronny pagar itu!"

"Kenapa yah memangnya?" Ronny memperhatikan baik-baik tiang pagar yang habis dicabut pakunya oleh ayah, disana ada lubang.

"Ya, benar itu adalah lubang bekas paku ini."

"Paku ini telah ayah cabut, tetapi paku ini, menginggalkan lubang yang tidak akan pernah hilang."

"Maksud ayah??" tanya Ronny yang bingung.

"Gini nak, sikapmu yang suka marah ke orang lain, padahal orang lain tidak sengaja atau pun sengaja, seperti paku yang tajam ini. Kamu membalas mereka dengan kata atau perbuatan yang kurang bagus, ibarat sebuah paku yang tertancap di tiang ini, maka kata atau perbuatanmu akan tertancap dihati mereka seperti apa yang dilakukan paku ini. Dan paku itu meninggalkan bekas, yang tidak pernah hilang. Begitu juga dengan lubang yang dihasilkan oleh perbuatanmu kepada teman-temanmu. Luka itu tidak akan pernah hilang.
dia akan berbekas terus dihati mereka...sehingga kita harus sangat berhati-hati dalam berkata maupun bertindak."

"Tahukah kamu mengapa Alloh menciptakan dua mata, dua telinga tetapi mulut hanya satu??", tanya sang ayah dengan tenang.

"Tidak yah", jawab Ronny.

"Karena, kita diminta untuk lebih banyak melihat, dan mendengar, tetapi sedikit bicara.
Jangan sampai perkataan dan perbuatanmu menyakitkan orang lain, karena itu akan selalu berbekas di hati mereka."

Mendengar, penjelasan ayahnya, Ronnypun menangis dan menyesali apa yang telah dia lakukan. Dia berjanji akan mengingat perkataan ayahnya itu baik-baik dan tidak akan menngulanginya lagi. Ronny pun mendatangi teman-temannya dan meminta maaf kepada meraka. Mereka pun berdamai. ^_^

FIN.

Popular Posts