Pages - Menu

Thursday, September 27, 2012

Iman yang Mantap


Iman. sebuah kata yang sulit untuk dijelaskan, dia hanya bisa dirasakan oleh pemiliknya sendiri. Iman adalah pembenaran hati atas apa yang didengar oleh telinga.  Kadang yang anda lihat tidak sepenuhnya benar, seperti hal nya ketidak percayaan anda kepada tukang sulap, sehingga untuk percaya paling tidak adalah apa yang anda dengar, suara burung tidak akan tertukar dengan suara singa. Seorang bayi yang tidak bisa berfikir dan mengindra dengan benar, berhenti menangis ketika ibunya menyanyikan lagu, dan dia kembali menangis saat mendengar suara ayahnya keras.

 
Iman bersumber dihati, tidak difikiran. Hati ini sungguh istimewa, dia diciptakan untuk dapat mengorganisir dua hal berbeda meskipun pada dasarnya berbeda. Cinta dan benci, bagaimana orang bisa benci kepada seseorang, sekaligus dia cinta kepada seseorang itu. Hal ini tidak dapat dilakukan oleh fikiran kita, untuk itulah para pakar sepakat bahwa iman bersumber dihati  bukan di fikiran. Karena itu bisa jadi orang memiliki yang lebih sedikit tahu, tetapi memiliki iman yang lebih bagus, dibanding yang tahu banyak hal.

Alloh Tuhan yang Maha Membolak-balikkan Hati. Terkadang kita senang, terkadang kita sedih. Terkadang kita bersyukur dan di lain waktu kita kufur... Serupa degan hal itu, iman didalam hati senantiasa berbolak balik, terkadang berada di titik tertingginya dan kadang berada di titik terendahnya, sama persis seperti sebuah gelombang listrik AC yang sinusoidal. Saat berada di titik tertingginya, seseorang akan meraskan ketenangan batin dalam kehidupan, dan disaat iman berada pada titik terendahnya, syirik, maksiat dan berbagai penyakit hatipun menginfeksi dengan mudah. Karena itu sobat, iman perlu dijaga agar tidak berada dititik terendahnya.


Di dalam ilmu kelistrikan ada sebuah gelombang yang senantiasa mantap, ya lawan dari gelombang AC, yakni gelombang DC. Gelombang DC ini memiliki nilai yang mantap, nilai tegangan rata-ratanya sama dengan nilai rms-nya, dan nilainya tidak berubah kecuali sumbernya mati, atau telah habis. Dia dapat dibentuk dari sebuah gelombang AC atau Gelombang DC murni.  Lihat lah sebuah pembuktian ini, sebuah tegangan 2V memiliki nilai yang konstan.




                
Begitulah gambaran sebuah Iman atau keyakinan yang ideal, dia tenang dan mantap, tidak berubah terhadap waktu, akan sama pada setiap keadaan. Meskipun Iman yang mantap itu diuji dengan tertentu dia tidak terperangaruh sedikitpun.

Iman di dalam hati adalah sumber AC, untuk menjaganya tetap stabil dan ideal, dia butuh ditransformasikan semirip mungkin dengan gelombang DC. Tentu hal ini tidak mudah, untuk menciptakan Gelombang DC dari sebuah gelombang DC, dibutuhkan sebuah alat yang dinamakan rectifier, ada full wafe rectifier dan half wafe rectifier

Rectifier inilah yang kita perlukan untuk mengkonversi iman menjadi iman yang mantap. Apakah rectifier hati itu? dia adalah ilmu pengetahuan yang bersumber dari Al Quran dan Hadist. Pengetahuan yang mantap terhadap keduanya, akan menjadikan iman kita mantap seperti gelombang DC. Alquran akan memberikan petunjuk terhadap hati kita, sesuai fungsinya yang difirmankan Alloh didalam surat Al Baqoroh ayat 3, "inilah Alquran, petunjuk bagian orang-orang yang bertaqwa."

Di dalam haji wada' nabi juga berpesan, "Wahai umatku aku tingggalkan kepada kalian dua perkara, yang apabila kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan tersesat selamanya, yakni Al Qur'an dan Sunahku." Kata berpegang disini Nabi menggunakan kata, tamasaq yang maknanya, menggigit/menggenggam sekuat mungkin, seperti orang yang sedang hanyut disungai kemudian dia melihat ranting pohon, kemudian dia berpegang sekuat-kuatnya.

Sobat, kebenaran Al Quran menembus batas ruang dan waktu, menjadikan hati selalu mantap. Alquran menjadi penyempurna risalah yang dibawa nabi-nabi sebelumnya, demikian pesan agama. Pelajarilah dan kau akan mendapatinya.

Walloh wa'lam bissawab.

Popular Posts