Pages - Menu

Wednesday, September 26, 2012

Electrostatic Discharge, Chapter 1

Kalian semua yang kerja di industri eletronik, tentu familiar dengan Electrostatic Discharge atau ESD test. Test ini adalah salah satu jenis power test yang wajib diujikan di electronic device, sebelum dipasarkan. Lalu Apa sih sebenarnya ESD test itu? dan bagaimana melakukan testing?, semua akan dibahas di chapter ini. hehehehe,,

Electristatic Discharge, adalah listrik statis yang tersimpan disuatu benda, yang akan mengalir bila bersentuahan dengan benda lain yang potensialnya lebih rendah, semisal di tubuh manusia, atau dibenda-benda yang bersifat capasitif. Tentu kalian masih ingat kan pelajaran listrik statis?, sewaktu sekolah dasar kita bernah bermain dengan penggaris mika, kemudian menggaris itu kita kosok-gosokkan ke rambutt, nah saat kita dekatkan dengan kertas, maka kertas akan tertarik oleh penggaris tersebut, itu namanya listrik statis.
Perangkat elektronik sebagian besar terbuat dari semikontor, yang sangat rentan terjadapat electrical sock. IC dan komponen memiliki spec. tertentu terhadap besar electrical shock yang mampu ditahan. Sehingga tidak jarang, ketika kita memegang sebuah IC tiba-tiba ICnya rusak, atau paling tidak dia left timenya berkurang, setelah beberapa kali pakai menjadi rusak akibat listrik statis yang terdischarge dari tubuh kita. Untuk itulah, pada design cicuit selalu diberika proteksi terhadap electrical sock ini. 
Dalam upaya menmbuat prototype(tiruan), bagaiaman electrical shock yang dihasilkan oleh benda/tubuh manusia, para ahli telah merancang ESD device (Gambar.1).

Gambar 1, Electrostatic discharge prototype





Tubuh manusia diumpamakan seperti sebuah kapasitor dengan tegangan statis tertentu, ketika menyentuh perangkat electronic yang akan terdischarge. Hal ini digambarkan denagn sebuah sumber tegangan DC, dengan capacitor paralel dengan resistor, yang masing-masing besarnya adalah 200pF dan 200ohm. Pada Protype ini, akan ditembakkan tegangan dengan range tertentu ke perangkat electronik, untuk mengetahui ketahanannya terhadap electrical shock. Bagaiaman melakukanya? tenang, mari kita lihat bersama-sama.

Pada Chapter ini, kita akan mentest DVD/HTS player. hal yang perlu dilakukan antara lain:
1. Siapkan set yang akan ditest, hubungkan deangan source 220 V,50Hz
2. Pasang beban yang diperlukan, jika set adalah HTS, maka pasang dengan speakernya lengkap/ atau beri dummy sebagai penggantinya.
3. Play DVD test, bisa memakai Disc standar yang penting set dalam keadaan play.(CD shiri)
4. Set peralatan, atur tegangan tembah, dan juga banyaknya tembakan dalam 1 menit.
   
Sebelum kita lanjutakan lagi, tata cara pengetasan, saya akan perkenalkan metode menembak. Listrik statis tetap dapat mepengaruhi komponen, meskipun tidak bersentuhan langsung (air contact) dengan jarak tertentu. penggaris yang dapat menarik kertas juga tidak bersentuhan langsung, tetapi masih tetap mempengaruhi. Sehingga ada dua cara nie mensimulasikannya, yaitu menembak dengan air contact ( 3-5cm) dan dengan cara contact. Namun karena pengaruh metode penembakan contact lebih besar pengaruhnya, terkadang saat contact sudah sesuai spec. maka secara otomatis air contact juga mengikuti. Sehingga sebagian besar, air contact tidak di lakukan pengetesan. namun akan tetap kita cantumkan juga mengenai spec. dari air contact, santai aja.

Air contact dan Contact test

5. Pengujian dilakukan pada dua polaritas yaitu + dan - (artinya ditembak dengan tegangan positif, dan juga ditembak tegangan negatif, secara bergantian.
6. Tembak pada bagian yang akan di test, pada bagian ini ada standar untuk masing-masing bagian semisal USB, HDMI, RCA Video, Ground, memiliki batas yang berbeda-beda. Untuk lebih jelas silahkan perhatikan tabel dibawah ini.

A. Air Dicharge


Klasifikasi No Malfunction No Destruction
Ground
RF, RCA
± 10㎸ ±14㎸
Scard Jack ±10㎸ ±14㎸
RCA Insert - ±5㎸
Mecha Deck - ±8㎸

B. Contact Discharge


Klasifikasi No Malfunction No Destruction
Ground
RF, RCA
± 8 ±10 kV
Scard Jack - ±5㎸
RCA Insert - ±5㎸
Mecha Deck - ±8㎸

Pada tabel diatas terlihat bahwa air dicharge memiliki spec. rata-rata yang lebih tinggi, dibandingkan dengan yang contact discharge. Penembakan/Discharge diklasifikasikan menkadi : Ground, RF RCA, Scard jack, RCA insert, dan Mecha Deck. 
No Malfunction berarti saat ditembak pada nilai tersebut, tidak terjadi eror semisal set frezze, atau dia tiba-tiba mati. Kemudian kalau no distruction itu artinya adalah saat ditembak pada level tersebut boleh terjadi Malfucntion, tetapi tidak boleh terjadi kerusakan/distruction. contoh saat ditembak 10kV di ground RCA set tiba-tiba freez(disc terhenti), kemudian dicabut powr cordnya/dipower off saja kemudian dipower on set kembali berfungsi, maka itu masih masuk spec.

notes: Pada pengetesan, setiap feature harus di test/ditembak dengan spesifikasi yang berbeda. Secara umum antara ground dan signal dipisahkan. Contoh: RCA cable, dalam pengetesanya, sinyal dan groundnya tentu dipisahkan.

Popular Posts